Menatap dunia di seberang jalan.
You hate the way your life turned out to be.
Kau benci dengan cara hidupmu yang sekarang.
He's pulling up the driveway and you don't make a sound.
Dia datang ke rumah dan kau tak bersuara.
Cause you always learned to hold the things you want to say.
Karena kau selalu belajar untuk menahan apa yang ingin kau ucapkan.
You're always gonna be afraid.
Kau akan selalu merasa takut.
There's only hate.
Hanya ada kebencian.
There's only tears.
Hanya ada air mata.
There's only pain.
Hanya ada rasa sakit.
There is no love here.
Di sini tidak ada cinta.
So what will you do?
Jadi, apa yang akan kau lakukan?
There's only lies.
Hanya ada kebohongan.
There's only fear.
Hanya ada ketakutan.
There's only pain.
Hanya ada rasa sakit.
There is no love here.
Di sini tidak ada cinta.
Broken down like a mirror smashed to pieces.
Hancur seperti cermin yang pecah berantakan.
You learned the hard way to shut your mouth and smile.
Kau belajar dengan cara yang sulit untuk diam dan tersenyum.
If these walls could talk, they would have so much to say.
Jika dinding ini bisa bicara, mereka akan punya banyak cerita.
Cause everytime you fight, the scars are gonna heal.
Karena setiap kali kau bertengkar, luka-luka itu akan sembuh.
But they're never gonna go away.
Tapi mereka tidak akan pernah hilang.
You're falling.
Kau terjatuh.
You're screaming.
Kau berteriak.
You're stuck in the same old nightmare.
Kau terjebak dalam mimpi buruk yang sama.
He's lying.
Dia berbohong.
You're crying.
Kau menangis.
There's nothing left to salvage.
Tak ada yang tersisa untuk diselamatkan.
Kick the door cause this is over.
Tendang pintunya karena ini sudah berakhir.
Get me out of here!
Bawa aku pergi dari sini!