Dia sedang terpuruk.
Beneath this stone in the fading light
Di bawah batu ini dalam cahaya yang memudar
Lies the lonely soul of a Joseph Wright.
Terbaring jiwa kesepian seorang Joseph Wright.
Few hearts knew his kindness warm,
Hanya sedikit hati yang tahu kebaikannya yang hangat,
Few heads grew with a knowledge more informed.
Hanya sedikit yang berpengetahuan lebih luas.
He’s going under.
Dia sedang terpuruk.
With a gracious voice and a humour broad,
Dengan suara yang ramah dan humor yang luas,
He pleased both peasant, squire and a lord,
Dia menyenangkan baik petani, bangsawan, maupun tuan,
A length his breath had a fortune steered
Sepanjang hidupnya, napasnya mengarahkan pada keberuntungan
We called Joe's life the finest lot in years.
Kita sebut hidup Joe sebagai lot terbaik dalam bertahun-tahun.
He's going under,
Dia sedang terpuruk,
He's going under,
Dia sedang terpuruk,
Poor Joe's life it was the finest lot in years.
Hidup malang Joe adalah lot terbaik dalam bertahun-tahun.
The hammer went down on his soul that night.
Palunya jatuh pada jiwanya malam itu.
His breath was cold but he suffered no fight.
Napasnya dingin tapi dia tak melawan.
He was the last one sold on a priceless tear,
Dia adalah yang terakhir dijual dalam air mata yang tak ternilai,
For poor Joe's life it was the finest lot in years.
Karena hidup malang Joe adalah lot terbaik dalam bertahun-tahun.
He's going under,
Dia sedang terpuruk,
He's going under,
Dia sedang terpuruk,
Poor Joe's life it was the finest lot in years.
Hidup malang Joe adalah lot terbaik dalam bertahun-tahun.