Wes pirang wengi nandang kasmaran iki
Wes tak cubo ngilangke ning ati
Nanging soyo kangen setengah mati
Tulong tak jaluk wenehono wektu
Sambangen aku sak kedep lerem atiku
Padange mbulan ngancani sepiku
Tansah ngamboro ono ing lamunku
Sambangen nadyan sedelo
Tekamu kinaryo tombo
Rungokno tangise rindu
Sing nrajang telenging Atiku
Mung lewat tembang wengi
Sworokne kasmaran iki
Tembang kanggo sing keroso
Mesti wae wong sing tak tresno
Makna Lagu Tembang Wengi
Lirik lagu ini menggambarkan perasaan rindu yang begitu dalam kepada seseorang yang dicintai. Setiap senyum dan kenangan tentang orang tersebut terus teringat, bahkan setelah berhari-hari dan berulang kali mencoba melupakannya. Namun semakin berusaha menghapus perasaan itu, rasa kangen justru semakin besar. Lagu ini menunjukkan bagaimana cinta bisa membuat seseorang terus memikirkan orang yang dicintainya, terutama saat mereka sedang berjauhan dan tidak bisa bertemu.
Lagu ini juga menggambarkan kesepian yang dirasakan ketika malam tiba. Suasana malam yang tenang justru membuat rasa rindu semakin terasa. Harapan untuk bisa bertemu, meski hanya sebentar, menjadi sesuatu yang sangat berarti karena kehadiran orang yang dicintai dianggap mampu mengobati kerinduan dan menenangkan hati yang gelisah. Ada kerinduan yang sederhana, bukan meminta banyak hal, hanya ingin melihat dan menghabiskan sedikit waktu bersama.
Lagu ini rasanya kayak lagi ngungkapin cinta yang tulus dan penuh kerinduan. Perasaan yang dipendam akhirnya disampaikan melalui lagu karena sulit diungkapkan secara langsung. Lagu ini menunjukkan bahwa ketika seseorang benar-benar jatuh cinta, hal-hal kecil seperti senyuman, kehadiran, dan pertemuan singkat bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga. Nuansanya manis, romantis, sekaligus sedikit sendu karena dipenuhi rasa rindu yang belum terobati.