Sumribiting angin reridhu ati
Ngelingake wewayangmu
Duhh dyahh ayuu
Kusumaning kalbuku
Endahing pasuryanmu
Nentremke atiku
Bebungah telenging rasaku
Mung siji panyuwunku
Marang sliramu
Setya tuhu marang janji manis mu
Ning ngapa sliramu banjur tega cidra
Sira katgudha tresna marang wong lia
Apa salahku ngendi dununge luputku
Janji setyamu wingi semu ono lathi
Nanging elinga piwales kui nyata
Gusti mboten nate sare
Wus tak coba lila lan legawa
Muga sira terus bagya mulya
Makna Lagu Kusumaning Kalbu
Lirik lagu ini menceritakan tentang seseorang yang pernah mencintai dengan sangat tulus dan menganggap orang yang dicintainya sebagai sosok paling istimewa dalam hidup. Kenangan tentang dirinya masih terus teringat, terutama saat suasana sepi datang. Perasaan cinta yang dulu begitu indah membuatnya merasa nyaman, bahagia, dan yakin bahwa hubungan mereka dibangun di atas kesetiaan serta janji untuk tetap bersama. Karena itu, ia menaruh harapan besar agar cinta yang mereka jalani bisa bertahan dalam waktu yang lama.
Tapi, harapan tersebut ternyata tidak berjalan sesuai keinginan. Orang yang selama ini dipercaya justru berpaling dan memilih orang lain. Rasa kecewa yang muncul sangat dalam karena pengkhianatan itu datang dari seseorang yang dulu begitu dicintai. Ia mulai mempertanyakan apa kesalahannya dan mengapa janji-janji yang pernah diucapkan ternyata tidak ditepati. Perasaan sedih, bingung, dan patah hati bercampur menjadi satu ketika menyadari bahwa hubungan yang diperjuangkan harus berakhir dengan cara yang menyakitkan.
Meski terluka, lagu ini tidak berakhir dengan kemarahan atau dendam. Justru ada proses belajar untuk menerima kenyataan dan merelakan semuanya. Ia percaya bahwa setiap perbuatan akan memiliki balasannya masing-masing, sehingga tidak perlu membalas rasa sakit yang diterima. Pada akhirnya, lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang dari rasa cinta yang mendalam, kekecewaan akibat pengkhianatan, hingga akhirnya memilih ikhlas dan mendoakan kebahagiaan bagi orang yang pernah mengisi hatinya.