Dulu, saat dia masih kecil, ada rencana untuk menjalani hidupnya:
Get married settle down and have some kids and be a good housewife.
Menikah, menetap, punya anak, dan jadi ibu rumah tangga yang baik.
But she would go to bed at night,
Tapi dia selalu pergi tidur di malam hari,
with day-glo stars and fairy lights stuck on the ceiling of her room,
dengan bintang-bintang yang bersinar dan lampu peri yang menempel di langit-langit kamarnya,
as she dreamt of another life.
sambil bermimpi tentang hidup yang lain.
* Now it's too late to go back home,
Sekarang sudah terlambat untuk kembali ke rumah,
it's saccharine and silicone, for a broken barbie doll.
semuanya manis dan palsu, untuk boneka barbie yang patah.
Sleeping pills and alcohol, and nights she'd rather not recall,
Pil tidur dan alkohol, serta malam-malam yang lebih baik dia lupakan,
for a broken barbie doll.
untuk boneka barbie yang patah.
And though the hands that played with her were cold,
Dan meski tangan-tangan yang memainkannya dingin,
she let them drag her down.
dia membiarkan mereka menyeretnya ke bawah.
And as her cardboard world begins to fold,
Dan saat dunia kardusnya mulai runtuh,
she's lying on the ground,
dia terbaring di tanah,
* (repeat)
(ulang)
Her mother writes her every week,
Ibunya menulis surat setiap minggu,
she says she's worried for her health.
dia bilang dia khawatir tentang kesehatannya.
Her dad says she's finding her feet,
Ayahnya bilang dia sedang menemukan pijakannya,
but now she's lying on the shelf.
tapi sekarang dia terbaring di rak.
Like faulty goods that are returned,
Seperti barang cacat yang dikembalikan,
her pretty fingers are all burnt.
jari-jarinya yang cantik semua terbakar.
* (repeat)
(ulang)