Untukmu (yang matanya terbuka lebar sementara mataku menolak untuk melihat)
I’m sore in need of saving grace. Be kind and humour me
Aku sangat butuh pertolongan. Baiklah, tolong mengerti aku
I’m lost amidst a sea of wheat
Aku tersesat di lautan gandum
where people speak but seldom meet
di mana orang-orang berbicara tapi jarang bertemu
And grief and laughter, strange but true
Dan kesedihan serta tawa, aneh tapi nyata
Although they die, they seldom cry
Walaupun mereka mati, jarang sekali mereka menangis
An ode by any other name I know might read more sweet
Sebuah puisi dengan nama lain mungkin akan terdengar lebih manis
Perhaps the sun will never shine upon my field of wheat
Mungkin matahari takkan pernah bersinar di ladang gandumku
But still in closing, let me say
Tapi tetap, di akhir, izinkan aku berkata
for those too sick, too sick to see
untuk mereka yang terlalu sakit, terlalu sakit untuk melihat
though nothing shows, yes, someone knows
meski tak ada yang terlihat, ya, seseorang tahu
I wish that one was me
Aku berharap orang itu adalah aku