Sorot lampu depan, langsung ke mataku.
Like the roadkill, I'm paralysed.
Seperti hewan yang tertabrak, aku terjebak.
You see through my disguise
Kau bisa melihat lewat topengku
At the drive-in, double feature,
Di bioskop drive-in, dua film sekaligus,
pull the lever, break the fever
tarik tuasnya, redakan demam ini
and say your last goodbyes.
dan ucapkan selamat tinggal terakhir.
Since I was born I started to decay.
Sejak lahir, aku mulai membusuk.
Now nothing ever ever goes my way
Sekarang tak ada yang berjalan sesuai keinginanku.
One fluid gesture, like stepping back in time.
Satu gerakan halus, seperti melangkah kembali ke masa lalu.
Trapped in amber, petrified.
Terjebak dalam resin, membatu.
And still not satisfied
Dan masih saja tak puas.
Airs and social graces, elocution so divine.
Sikap dan tata krama, berbicara begitu anggun.
I'll stick to my needle, and my favourite waste of time,
Aku akan tetap dengan jarumku, dan pemborosan waktu favoritku,
both spineless and sublime.
keduanya tak berani dan agung.
Since I was born I started to decay.
Sejak lahir, aku mulai membusuk.
Now nothing ever - ever goes my way.
Sekarang tak ada yang pernah - pernah berjalan sesuai keinginanku.