Kami berusia 18 dan 19, berpasangan di malam Sabtu.
Down in the basement, a big killer stereo, dimmer switch on the lights.
Di ruang bawah tanah, ada stereo besar yang keren, lampunya bisa redup.
Jean was a dancer and Paul was a drummer, Christine was a doctor-to-be.
Jean seorang penari, Paul seorang drummer, Christine calon dokter.
Life stretched before us, like warm in the summer...
Hidup terbentang di depan kami, hangat seperti musim panas...
and that brings us back to me.
Dan itu membawa kita kembali ke diriku.
I was the gypsy.
Aku adalah si gipsi.
We sang as we stood at the gate
Kami bernyanyi sambil berdiri di gerbang
We were ready to take the world on
Kami siap menghadapi dunia
4 young soldiers of faith, couldn't wait to go right every wrong.
Empat prajurit muda penuh keyakinan, tak sabar untuk memperbaiki setiap kesalahan.
Wearing our passions, our hopes and our t-shirts and jeans.
Memakai semangat, harapan, kaos, dan jeans kami.
Dancin' with dreams.
Menari dengan mimpi.
10 years ago May, We all drank to the future
Sepuluh tahun yang lalu di bulan Mei, kami semua bersulang untuk masa depan
and all in our own separate ways.
dalam cara masing-masing.
Packed up to go with my clothes and piano and music and something to sing.
Siap berangkat dengan pakaian, piano, musik, dan sesuatu untuk dinyanyikan.
I hear Paul owns a drum shop, Jean teaches ballet and Christine's an OBGYN.
Kudengar Paul punya toko drum, Jean mengajar balet, dan Christine jadi dokter kandungan.
I'm writing songs that I sing in a Cafe, and
Aku menulis lagu yang kutanyikan di sebuah kafe, dan
sometimes I write about them.
kadang aku menulis tentang mereka.
I miss my friends.
Aku merindukan teman-temanku.
We sang as we stood at the gate
Kami bernyanyi sambil berdiri di gerbang
We were ready to take the world on
Kami siap menghadapi dunia
4 young soldiers of faith, couldn't wait to go right every wrong.
Empat prajurit muda penuh keyakinan, tak sabar untuk memperbaiki setiap kesalahan.
Wearing our passions, our hopes and our t-shirts and jeans.
Memakai semangat, harapan, kaos, dan jeans kami.
Dancin' with dreams.
Menari dengan mimpi.
Before reality threw up the roadblocks and nothing was out of our reach.
Sebelum kenyataan menghadirkan rintangan dan tak ada yang tak bisa kami capai.
Time flew, smooth as a waltz, so it seemed.
Waktu berlalu, halus seperti vals, begitu rasanya.
We sang as we stood at the gate
Kami bernyanyi sambil berdiri di gerbang
We were ready to take the world on
Kami siap menghadapi dunia
4 young soldiers of faith, couldn't wait to go right every wrong.
Empat prajurit muda penuh keyakinan, tak sabar untuk memperbaiki setiap kesalahan.
Wearing our passions, our hopes and our t-shirts and jeans.
Memakai semangat, harapan, kaos, dan jeans kami.
Dancin' with dreams.
Menari dengan mimpi.