Tolong selamatkan aku dari melangkah keluar jendela
Or I'll sleep in the rain.
Atau aku akan tidur di hujan.
Don't you remember when I was a bird
Apa kamu tidak ingat saat aku seperti burung
And you were a map?
Dan kamu adalah peta?
Now he drags down miles in America
Sekarang dia menelusuri mil demi mil di Amerika
Briefcase in hand.
Dengan koper di tangan.
The stove is creeping up his spine again
Kompor itu merayap kembali ke punggungnya
Can't get enough trash.
Tak bisa cukup dengan sampah.
He took the days for pageant
Dia menganggap hari-hari itu seperti pertunjukan
Became as mad as rabbits
Menjadi gila seperti kelinci
With bushels of bad habits
Dengan banyak kebiasaan buruk
And who could ask for anymore?
Dan siapa yang bisa meminta lebih?
Yeah who could have more?
Ya, siapa yang bisa punya lebih?
His arms were the branches of a Christmas tree
Tangannya seperti cabang pohon Natal
Preached the devil in the belfry.
Berkhotbah tentang iblis di menara gereja.
He checked in to learn his clothes had been thieved
Dia masuk untuk tahu bahwa pakaiannya telah dicuri
At the train station.
Di stasiun kereta.
Rope hung his other branch
Tali menggantung di cabang lainnya
And at the end was a dog called Bambi
Dan di ujungnya ada anjing bernama Bambi
Who was chewing on his parliaments
Yang sedang mengunyah celananya
When he tried to save the calendar business.
Saat dia mencoba menyelamatkan bisnis kalender.
He tried to save the calendar business.
Dia berusaha menyelamatkan bisnis kalender.
He took the days for pageant
Dia menganggap hari-hari itu seperti pertunjukan
And became as mad as rabbits
Dan menjadi gila seperti kelinci
With bushels of bad habits
Dengan banyak kebiasaan buruk
Who could ask for anymore?
Siapa yang bisa meminta lebih?
Who could have more?
Siapa yang bisa punya lebih?
The poor son of a humble chimney sweep
Anak malang dari seorang penyapu cerobong
Fell to a cheap crowd
Jatuh ke kerumunan murahan
So stay asleep and put on that cursive type
Jadi tetaplah tidur dan kenakan huruf miring itu
You know we live in a toy.
Kau tahu kita hidup dalam permainan.
You know that Paul Cates
Kau tahu Paul Cates
Bought himself a trumpet from the Salvation Army
Membeli sebuah terompet dari Salvation Army
But there ain't no sunshine in his song
Tapi tak ada sinar matahari dalam lagunya
We must reinvent love.
Kita harus menemukan kembali cinta.
Reinvent love, reinvent love.
Menemukan kembali cinta, menemukan kembali cinta.
He took the days for pageant
Dia menganggap hari-hari itu seperti pertunjukan
And became as mad as rabbits
Dan menjadi gila seperti kelinci
With bushels of bad habits
Dengan banyak kebiasaan buruk
Who could ask for anymore?
Siapa yang bisa meminta lebih?
Yeah who could have more?
Ya, siapa yang bisa punya lebih?
We must reinvent love.
Kita harus menemukan kembali cinta.
Reinvent love, reinvent love.
Menemukan kembali cinta, menemukan kembali cinta.