Bunga-bunga sudah layu di ambang jendela
And words have been kept so small and still
Dan kata-kata terjaga kecil dan hening
And yet if the great opinion speaks
Namun jika pendapat besar berbicara
Then sadly we nod our heads and agree
Maka dengan sedih kita mengangguk setuju
Barely a mention of your name
Hampir tak ada sebutan namamu
On deaf ears a distant whisper
Di telinga yang tuli, sebuah bisikan jauh
Whatever, no one gets it
Sudahlah, tak ada yang mengerti
It's already overdue you will not be heard by many now
Sudah terlambat, kau tak akan didengar oleh banyak orang sekarang
But I'll always be amazed by every sound you ever made
Tapi aku akan selalu terpesona oleh setiap suara yang pernah kau buat
While building a tolerance to them
Sambil membangun toleransi terhadap mereka
You made sorrow sound like a good friend
Kau membuat kesedihan terdengar seperti teman baik
The well where the poison pen was drawn
Sumur tempat pena beracun ditorehkan
The same place you trusted then but was gone
Tempat yang sama kau percayai saat itu tapi kini hilang
Enemies battled in your mind
Musuh berperang di dalam pikiranmu
Until all the blood shed leaked down
Sampai semua darah yang tertumpah mengalir ke bawah
Dried up and rusted the fight
Mengering dan berkarat, pertempuran itu
It's already overdue you will not be heard by many now
Sudah terlambat, kau tak akan didengar oleh banyak orang sekarang
But I'll always be amazed by every sound you ever made
Tapi aku akan selalu terpesona oleh setiap suara yang pernah kau buat
And since I did not know you, I can only say but a few words
Dan karena aku tidak mengenalmu, aku hanya bisa mengucapkan beberapa kata
Too bad they won't hear your song that I've been singing all alone
Sayang sekali mereka tidak akan mendengar lagu yang telah aku nyanyikan sendirian