Dia memimpin kita melalui kegelapan.
He was sayin that "love goes on."
Dia bilang bahwa "cinta itu abadi."
I was wanting some "ice cream." he knew exactly what I meant.
Aku pengen "es krim." Dia tahu persis maksudku.
From the driver's seat in the dark.
Dari kursi pengemudi dalam kegelapan.
He popped a tape in the dash of his car.
Dia memasukkan kaset ke dalam pemutar mobilnya.
And when the singer started to scream.
Dan saat penyanyi mulai berteriak.
I knew exactly what he meant.
Aku tahu persis apa yang dia maksud.
I never knew for sure - what a wonderful man he was.
Aku tak pernah tahu pasti - betapa hebatnya dia.
What a sensible man he was.
Betapa bijaksananya dia.
What a marvelous man he was.
Betapa menawannya dia.
Why do we love what is wrong?
Mengapa kita mencintai yang salah?
Big devil told us to sing along.
Setan besar bilang kita harus ikut bernyanyi.
And like a loving flock we obey - except 4 him - he went his own way.
Dan seperti kawanan yang penuh kasih, kita patuh - kecuali dia - dia memilih jalannya sendiri.
I never knew for sure - what a wonderful man he was.
Aku tak pernah tahu pasti - betapa hebatnya dia.
Till the day I found out his cause - was to do it for all of us.
Sampai hari aku menemukan bahwa tujuannya - adalah untuk melakukan ini untuk kita semua.