Sembunyi dari dunia ini
Rasa hampa membalut luka
Di samudra air mata
Ku pandang awan untuk sebuah penantian
Datangnya senja yang kurindukan
Ku bersujud memohon asa
Tuk lalui hari ini saja
Seketika
Kau datang sentuh jiwaku
Bersama angin yang membelai
Amarah dan kecewa ku
Kau datang teduhkan badai jiwaku
Teduhlah badai jiwaku
Di dalam doa ku bersujud memohon asa
Seketika...
Kau datang sentuh jiwaku
Bersama angin yang membelai
Amarah dan kecewa ku
Kau datang teduhkan badai jiwaku
Kau datang sentuh jiwaku
Bersama angin yang membelai
Amarah dan kecewa ku
Kau datang teduhkan badai jiwaku
Teduhlah badai jiwaku
Lirik dan Makna Lagu Seketika - Monita Tahalea
Lagu "Seketika"Â dari Monita Tahalea menggambarkan momen ketika seseorang berada di titik paling rapuh dalam hidupnya. Lirik awalnya penuh nuansa kesendirian, menepi, bersembunyi, hingga tenggelam dalam "samudra air mata". Ada rasa hampa dan luka yang begitu dalam, sampai hari terasa berat untuk dijalani.
Namun, di tengah keputusasaan itu, muncul unsur doa dan harapan. Sang tokoh bersujud, memohon kekuatan hanya untuk melewati hari ini saja. Dan "seketika", datanglah sosok atau kekuatan yang menenangkan jiwa. Bisa dimaknai sebagai kehadiran orang tercinta, atau bahkan pertolongan Tuhan yang hadir di saat paling dibutuhkan.
Secara keseluruhan, lagu ini terasa sangat spiritual dan menyentuh. "Seketika" menyampaikan pesan bahwa badai dalam hidup memang nyata, tapi keteduhan juga bisa datang tanpa diduga. Lagu ini cocok buat siapa pun yang sedang berjuang melewati masa sulit dan butuh pengingat bahwa harapan selalu ada.