Ikut petunjuk para malaikat.
Lekaslah cari Sang Bayi dipalungan,
Dibungkus lampin; mari melihat!
Reff:
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
Sang Jurus’lamat datang kedunia!
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
KelahiranNya membawa damai.
2. Nubuat lama yang dulu disabdakan
kini ternyata t’lah digenapi.
Sang Raja Damai pembawa t’rang abadi
sekarang lahir; sorga bernyanyi.
Reff:
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
Sang Jurus’lamat datang kedunia!
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
KelahiranNya membawa damai.
3. Bayi yang kudus, Engkaulah Raja Damai.
Benci Kau ubah menjadi kasih.
Yang bermusuhan menjadi bersahabat,
yang putus asa berpengharapan.
Reff:
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
Sang Jurus’lamat datang kedunia!
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
KelahiranNya membawa damai.
4. Ya Jurus’lamat, dengarlah doa kami.
Tetaplah tinggal dihati kami.
Berkati kami dan jadikanlah kami
saluran berkat bagi sesama.
Reff:
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
Sang Jurus’lamat datang kedunia!
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
KelahiranNya membawa damai.
Makna Lagu Siapa Gerangan Sang Raja
Lirik ini mengungkapkan sukacita besar atas kelahiran Yesus Kristus sebagai Raja Damai dan Juruselamat dunia. Melalui ajakan untuk mencari Sang Bayi di palungan, lagu ini mengingatkan bahwa Mesias yang dijanjikan Tuhan telah hadir di tengah manusia. Meskipun lahir dalam kesederhanaan, Yesus adalah Raja yang membawa keselamatan, sehingga kelahiran-Nya layak disambut dengan pujian, sorak-sorai, dan ucapan syukur kepada Allah.
Lagu ini juga menegaskan bahwa kelahiran Yesus merupakan penggenapan janji Tuhan yang telah dinubuatkan sejak lama. Kehadiran-Nya membawa terang, harapan, dan damai bagi dunia. Damai yang dibawa Yesus bukan hanya sekadar keadaan tanpa konflik, tetapi juga perubahan hati yang nyata: kebencian digantikan oleh kasih, permusuhan menjadi persahabatan, dan keputusasaan berubah menjadi pengharapan. Dengan demikian, karya Yesus membawa pembaruan bagi hubungan manusia dengan Tuhan maupun dengan sesamanya.
Pada bagian akhir, lirik ini berubah menjadi doa yang memohon agar Yesus tetap tinggal dalam hati setiap orang percaya. Tidak hanya menerima damai dan berkat dari Tuhan, umat juga diajak menjadi saluran berkat bagi orang lain. Pesan utamanya adalah bahwa Natal bukan hanya tentang merayakan kelahiran Kristus, tetapi juga tentang menghadirkan kasih, damai, dan pengharapan-Nya dalam kehidupan sehari-hari sehingga semakin banyak orang merasakan kebaikan Tuhan.