Bernyanyilah biduan muda-mudi,
Penciptamu hendaklah kamu puji.
Bernyanyilah, bernyanyilah!
2
Bergaunglah paduan suara kami
kepada-Mu, ya Bapa yang rahmani;
Engkau besar, termulia!
3
Penuh syukur ungkapan hati kami;
tembang mazmur selalu harus naik
dengan merdu ke takhta-Mu
4
Meski lemah syukur yang kami bawa,
betapapun, Engkau sebagai Bapa
mau mendengar semuanya.
5
Dan akhirnya di Hari Kemudian
kepada-Mu syukur serta pujian
sempurnalah selamanya!
Makna Lagu Bernyanyilah Biduan Muda-Mudi
Lirik lagu ini memiliki makna tentang ajakan kepada setiap orang, khususnya generasi muda, untuk memuji Tuhan dengan hati yang penuh sukacita dan rasa syukur. Melalui nyanyian dan pujian, umat diajak mengakui kebesaran Tuhan sebagai Pencipta dan Bapa yang penuh kasih. Lagu ini menunjukkan bahwa memuji Tuhan bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan ungkapan syukur atas kasih, penyertaan, dan berkat yang terus diberikan dalam kehidupan.
Selain itu, lagu ini mengingatkan bahwa Tuhan menerima setiap pujian yang dipersembahkan dengan hati yang tulus, sekalipun manusia memiliki banyak keterbatasan. Rasa syukur yang sederhana tetap berharga di hadapan Tuhan karena Dia adalah Bapa yang selalu mendengar doa dan pujian anak-anak-Nya. Pesannya relate banget dengan kehidupan sekarang, karena sering kali orang merasa harus menjadi sempurna untuk datang kepada Tuhan, padahal yang terutama adalah ketulusan hati.
Di bagian akhir, lagu ini mengarahkan pandangan kepada pengharapan akan masa depan bersama Tuhan. Suatu hari nanti, pujian dan syukur kepada-Nya akan dinyatakan secara sempurna dan berlangsung untuk selama-lamanya. Intinya, lagu ini mengajak kita untuk menjadikan rasa syukur dan pujian sebagai bagian dari kehidupan setiap hari, sambil terus berharap kepada Tuhan yang setia dan penuh kasih.