dan Kristus bercahya atasmu.
Bersiap menanti penghakimanNya;
dengarkan seruan Tuhanmu!
Mengapa kau lambat, mengapa lengah?
Dengar panggilanNya dan bangkit seg’ra!
2. Hai bangunlah dari gelap dosamu;
mengapa engkau kesiangan?
Cahaya anug’rah bersinar penuh,
t’lah lama menggantikan malam.
Tugas panggilanmu kudus mulia,
dan waktupun singkat, hai bangkit seg’ra!
3. Hai bangun engkau dari dosa dan maut
dan hidup di dalam cahaya!
Jikalau tak bangun, gentarlah engkau
terhadap penghakiman Allah.
Tuhan memanggil, dengan suaraNya.
Gunakanlah waktu dan bangkit seg’ra!
4. Selamat yang hidup di dalam terang,
yang bangkit di dalam Tuhannya;
baginya keg’lapan tak lagi menang,
jalannya terang selamanya.
Terang Jurus’lamat telah merekah:
yang masih tertidur, hai bangkit seg’ra!
Play
Makna Lagu Hai Bangun yang Tidur
Lirik lagu ini berisi ajakan yang sangat kuat untuk “bangun” secara rohani, yaitu keluar dari kehidupan yang gelap, lalai, atau jauh dari Tuhan. Kata “bangun” di sini bukan cuma secara fisik, tapi lebih ke kesadaran hidup supaya tidak terus terjebak dalam dosa, kemalasan rohani, atau menunda-nunda hal yang baik. Lagu ini mengingatkan bahwa hidup itu singkat, dan ada panggilan Tuhan yang perlu segera direspons sebelum semuanya terlambat.
Selain itu, lagu ini juga menegaskan bahwa ada perbedaan besar antara hidup dalam kegelapan dan hidup dalam terang Tuhan. Mereka yang mau bangkit dan berjalan dalam cahaya akan mengalami hidup yang lebih benar, terarah, dan penuh harapan. Sebaliknya, jika terus menolak panggilan itu, ada peringatan tentang penghakiman dan konsekuensi yang serius. Namun inti utamanya tetap berupa undangan untuk kembali kepada Tuhan, bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menyadarkan.
Secara keseluruhan, lagu ini mengajak pendengarnya untuk segera berubah, memperbaiki hidup, dan tidak menunda-nunda kebaikan. Pesannya tegas tapi penuh harapan: selama masih ada waktu, setiap orang masih punya kesempatan untuk bangkit, hidup dalam terang Tuhan, dan menjalani hidup yang lebih bermakna.