bukan persembahanmu dan bukan pula hasil perjuanganmu:
Allah mengampuni kasalahan umatNya, oleh kar’na kemurahanNya;
melalui pengorbanan Putra TunggalNya ditebusNya dosa manusia.
Reff:
Bersyukur, hai bersyukur, kemurahanNya pujilah!
Bersyukur, hai bersyukur selamanya!
2. Janganlah kau bermegah dan jangan pula meninggikan dirimu;
baiklah s’lalu merendah dan hidup dalam kemurahan kasihNya.
Keangkuhan tiada berkenan kepadaNya; orang sombong direndahkanNya.
Yang lemah dan hina dikasihiNya penuh, yang rendah ‘kan ditinggikanNya.
Reff:
Bersyukur, hai bersyukur, kemurahanNya pujilah!
Bersyukur, hai bersyukur selamanya!
Makna Lagu Bukan Karna Upahmu
Lirik lagu ini menekankan bahwa keselamatan dan pengampunan dari Tuhan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan murni karena kemurahan dan kasih-Nya. Manusia tidak bisa “membayar” atau “mendapatkan” keselamatan lewat perbuatan baik, karena semuanya adalah anugerah yang diberikan melalui pengorbanan Yesus. Pesan ini mengajak kita untuk sadar bahwa hidup bukan tentang pamer kebaikan atau merasa lebih hebat dari orang lain, tapi tentang menerima kasih Tuhan dengan hati yang rendah.
Selain itu, lagu ini juga mengingatkan untuk tidak sombong dan tidak meninggikan diri. Sikap rendah hati dan bersyukur menjadi hal penting dalam menjalani hidup, karena Tuhan lebih menghargai hati yang tulus daripada keangkuhan. Mereka yang lemah dan rendah justru dikasihi dan ditinggikan-Nya, menunjukkan bahwa Tuhan berpihak pada orang yang rendah hati dan berserah. Reff “bersyukur” memperkuat pesan bahwa hidup seharusnya dipenuhi rasa terima kasih atas kemurahan Tuhan yang tidak pernah habis.
Secara keseluruhan, lagu ini mengajak kita untuk hidup dengan hati yang bersyukur, rendah hati, dan tidak bergantung pada kebanggaan diri sendiri. Semua yang kita terima berasal dari kasih dan kemurahan Tuhan, sehingga respon terbaik adalah terus memuji dan bersyukur sepanjang hidup.