betapa haus jiwaku.
‘Ku mendengar Yesus berkata,
Minumlah air hidup yang kekal.
Reff:
Ya Tuhanku, b’ri aku minum
dan puaskan haus jiwaku;
b’riku makan, hingga jiwaku kenyang.
Ya Tuhan, baharui diriku.
2. Tak terbilang orang yang merindukan
nikmatnya dunia yang fana;
tetapi tiada harta indah
setara Yesus Kristus, Tuhanku.
Reff:
Ya Tuhanku, b’ri aku minum
dan puaskan haus jiwaku;
b’riku makan, hingga jiwaku kenyang.
Ya Tuhan, baharui diriku.
3. Hai saudara, bila jiwamu haus,
yang fana jangan kau kejar.
Kau pasti dis’lamatkan Tuhan
bila engkau berdoa padaNya.
Reff:
Ya Tuhanku, b’ri aku minum
dan puaskan haus jiwaku;
b’riku makan, hingga jiwaku kenyang.
Ya Tuhan, baharui diriku.
Makna Lagu Seperti Wanita di Pinggir Sumur
Lirik ini memakai gambaran “wanita di pinggir sumur” untuk melukiskan keadaan jiwa manusia yang haus akan makna, pengharapan, dan kepuasan sejati. Seperti kisah dalam Injil, Yesus digambarkan menawarkan “air hidup” yang melambangkan kehidupan baru, kepuasan rohani, dan keselamatan yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Haus jiwa di sini bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi kerinduan terdalam manusia akan damai dan kebenaran.
Refrainnya menjadi doa yang kuat: permohonan agar Tuhan memberi “minum” dan “makanan” rohani yang memuaskan jiwa. Ini menggambarkan kerinduan untuk dipenuhi oleh kasih Tuhan, sehingga hidup diperbarui dan tidak lagi kosong. Pembaruan diri ini menunjukkan perubahan batin yang terjadi ketika seseorang menerima Kristus sebagai sumber hidupnya.
Bait kedua dan ketiga menegaskan bahwa dunia dengan segala kenikmatannya bersifat sementara dan tidak dapat memberikan kepuasan sejati. Karena itu, manusia diajak untuk tidak mengejar hal-hal yang fana, tetapi datang kepada Tuhan yang mampu menyelamatkan dan memuaskan jiwa. Secara keseluruhan, lirik ini mengajarkan bahwa hanya Yesus yang dapat mengisi kekosongan terdalam manusia dan memberikan hidup yang benar-benar penuh dan diperbarui.