
Jikalau Kristus Penolongku,
apakah tugas panggilanku?
Kaum fakir miskin berapakah;
siapa menyelamatkannya?
Sang Kristus datang di dunia
untuk mengubah semuanya:
yang hina dina diangkatNya
di dalam t’rang kebangkitanNya!
2
Banyak yang kurang makanannya,
bernasib malang di dunia,
pun banyak anak terkaparlah
dan mati dalam sengsaranya.
Jutaan tak berpendidikan,
tak tahu mengungkap pendirian,
mengulur hidup dengan berat,
dianggap bodoh dan tanpa hak.
3
Hai penguasa dan pembesar,
hendaklah kalian mendengar:
yang tidak adil dan tidak sah
melawan Tuhan dan kasihNya.
Sang Kristus datang di dunia
untuk mengubah semuanya:
sejiwaraga manusia
seutuhnya dibangkitkanNya!
Makna Lagu Jikalau Kristus Penolongku
Lirik ini menegaskan bahwa mengikuti Kristus berarti peduli terhadap penderitaan dan ketidakadilan yang dialami manusia. Pada bait pertama, penyanyi mempertanyakan panggilan hidupnya sebagai pengikut Kristus: siapa yang akan menolong kaum miskin, lemah, dan tertindas? Kristus digambarkan datang ke dunia untuk membawa perubahan, mengangkat mereka yang hina, dan menghadirkan harapan melalui terang kebangkitan-Nya.
Bait kedua menggambarkan kenyataan sosial yang penuh penderitaan: kemiskinan, kelaparan, anak-anak yang terlantar, dan banyak orang yang tidak memperoleh pendidikan maupun hak hidup yang layak. Lagu ini menunjukkan bahwa iman kepada Tuhan tidak boleh terpisah dari kepedulian terhadap sesama yang menderita. Keselamatan yang dibawa Kristus menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia, bukan hanya hal rohani, tetapi juga martabat dan kesejahteraan hidup.
Pada bait terakhir, lirik ini menjadi seruan kepada para penguasa dan orang yang memiliki kuasa agar berlaku adil dan mendengarkan suara penderitaan rakyat. Ketidakadilan dipandang bertentangan dengan kasih Tuhan. Secara keseluruhan, lagu ini menyampaikan pesan bahwa Kristus datang untuk memperbarui kehidupan manusia secara utuh, dan setiap orang percaya dipanggil untuk ikut menghadirkan kasih, keadilan, dan kepedulian di tengah dunia.




















