begitu kuasa dosa mengancam jiwaku.
Suara Jurus’lamat menopang juangku
dan Dia pun berjanji tak meninggalkanku.
Reff:
Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
tak akan ‘ku ditinggalkan,
begitu janjiNya!
Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
tak akan ‘ku ditinggalkan,
begitu janjiNya.
2. Dunia menggelora dan dosa menderu,
tetapi Jurus’lamat memb’rikan damaiNya.
Dilindungi diriku di mara apapun,
tetap ‘ku dibimbingNya, di jalan hidupku.
Reff:
Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
tak akan ‘ku ditinggalkan,
begitu janjiNya!
Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
tak akan ‘ku ditinggalkan,
begitu janjiNya.
3. Di jalan yang berliku tak akan ‘ku sesat;
ditolongNya kupikul salibku yang berat.
Oleh gelap sekitar tak nampak jalanku;
Tuhanku membisikkan janjiNya yang teguh.
Reff:
Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
tak akan ‘ku ditinggalkan,
begitu janjiNya!
Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
tak akan ‘ku ditinggalkan,
begitu janjiNya.
4. Dosaku ditebusNya di bukit Golgota;
darahNya menyucikan diriku yang cemar;
di takhta mahamulia ‘ku dinantikanNya,
dan Dia pun berjanji dekatku s’lamanya.
Reff:
Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
tak akan ‘ku ditinggalkan,
begitu janjiNya!
Ya, tidak pernah, ya, tidak pernah,
tak akan ‘ku ditinggalkan,
begitu janjiNya.
Makna Lagu Berkilat Halilintar
Lirik ini menekankan keyakinan yang kuat akan penyertaan Tuhan di tengah berbagai tantangan hidup. Pada bait-bait awal, kehidupan digambarkan penuh ancaman, baik dari “guntur dan halilintar” maupun dari kuasa dosa dan gejolak dunia. Semua itu melambangkan kesulitan, ketakutan, dan pergumulan yang bisa mengguncang iman manusia. Namun di tengah semuanya, ada suara penghiburan dari Juruselamat yang menjanjikan bahwa Ia tidak akan meninggalkan umat-Nya.
Refrain yang berulang, “tak akan ‘ku ditinggalkan,” menjadi inti pesan lagu ini. Itu menegaskan janji Tuhan yang setia untuk selalu menyertai, melindungi, dan membimbing orang percaya dalam setiap keadaan. Baik dalam jalan yang berliku, dalam kegelapan, maupun dalam pergumulan berat, Tuhan tetap hadir sebagai penuntun dan penopang hidup.
Pada bait terakhir, lirik ini mencapai puncaknya dengan mengingat karya keselamatan Yesus di Golgota. Pengorbanan-Nya melalui darah-Nya yang menyucikan menjadi dasar pengharapan bahwa orang percaya tidak pernah sendirian. Bahkan sampai pada kehidupan kekal, Tuhan tetap menyediakan tempat dan menyertai umat-Nya. Secara keseluruhan, lagu ini menyampaikan pesan tentang kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah, memberi penghiburan, kekuatan, dan pengharapan di setiap perjalanan hidup.