Ucapkan syukur pada Allah,
Sang Pencipta alam semesta.(2x)
1. Tumbuh-tumbuhan berbunga,
semarak alam segar.
Para pemudi-pemuda,
tunjukkan sikap benar.
Kembali ke Reff.
Reff:
Ucapkan syukur pada Allah,
Sang Pencipta alam semesta.(2x)
2. Burung bersiul gembira
menyambut pagi cerah.
Kita menyanyi ceria
dengan pujian megah.
Kembali ke Reff.
Reff:
Ucapkan syukur pada Allah,
Sang Pencipta alam semesta.(2x)
3. Beruk memanjat kelapa,
yang tua dipilihnya.
Orang yang bijak bicara
membuat hati lega.
Kembali ke Reff.
Reff:
Ucapkan syukur pada Allah,
Sang Pencipta alam semesta.(2x)
4. Awan di langit berarak,
berserak, lalu pergi.
Ada pun adat kerabat,
berjumpa, pamit, pergi.
Kembali ke Reff.
Makna Lagu Ucapkan Syukur Pada Allah
Lirik ini merupakan ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan sebagai Pencipta alam semesta. Refrain yang berulang menegaskan bahwa seluruh ciptaan, dari alam hingga manusia, adalah karya Tuhan yang patut disyukuri. Ungkapan syukur ini menjadi dasar sikap hidup yang menghargai kehidupan dan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Pada bait-baitnya, lagu ini menggambarkan berbagai fenomena alam dan kehidupan sehari-hari: bunga yang mekar, burung yang berkicau, hingga peristiwa dalam kehidupan manusia. Semua itu menunjukkan keteraturan dan keindahan ciptaan Tuhan. Bahkan perilaku manusia yang bijak dan sikap saling menghargai dalam hubungan sosial juga digambarkan sebagai bagian dari kehidupan yang seharusnya membawa rasa syukur kepada Tuhan.
Secara keseluruhan, lirik ini mengajarkan bahwa rasa syukur tidak hanya diungkapkan dalam kata-kata, tetapi juga dalam cara memandang dunia dan menjalani hidup. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, manusia diajak untuk hidup dengan hati yang penuh terima kasih, menghargai alam, sesama, dan setiap peristiwa dalam kehidupan sebagai anugerah dari Sang Pencipta.