'Ku ini seorang musafir
mengembara di jalan sesat
dan Yesus Gembala yang baik
meraihku dari jerat.
Reff:
Kebajikan, kemurahan mengikut aku
di sepanjang umur hidupku.
Kebajikan, kemurahan mengikut aku
di sepanjang umurku.
Nanti kelak aku diam di rumah Tuhan
dan 'ku dijamu di muka lawanku.
Kebajikan, kemurahan mengikut aku
di sepanjang umurku.
2
OlehNya segarlah jiwaku;
kekuatan dib'ri padaku.
Ke air tenang 'ku dituntun,
dijagaNya dengan tekun.
3
Di lembah gelap 'ku berjalan;
Jurus'lamat menyertaiku;
tanganNya memb'ri perlindungan
sampai ke rumah Tuhanku.
Makna Lagu Ku Ini Seorang Musafir
Lirik ini menggambarkan perjalanan hidup manusia yang diibaratkan seperti seorang musafir yang tersesat, lalu diselamatkan oleh Yesus sebagai Gembala yang baik. Gambaran ini menunjukkan bahwa manusia tidak mampu menemukan jalan hidup yang benar dengan kekuatannya sendiri, sehingga membutuhkan tuntunan dan pertolongan Tuhan yang penuh kasih. Yesus digambarkan sebagai pribadi yang mencari, menolong, dan membawa kembali orang yang tersesat ke jalan yang benar.
Pada bagian selanjutnya, lirik ini menekankan pemeliharaan Tuhan yang terus-menerus dalam kehidupan orang percaya. Tuhan digambarkan menyegarkan jiwa, memberikan kekuatan, dan menuntun ke “air tenang”, yang melambangkan damai dan ketenangan batin. Bahkan di saat melewati “lembah gelap”, yaitu masa-masa sulit dan penuh ketakutan, Tuhan tetap menyertai dan melindungi dengan setia.
Secara keseluruhan, lagu ini menegaskan bahwa hidup bersama Tuhan adalah perjalanan yang penuh penyertaan, perlindungan, dan kebaikan-Nya. Keyakinan bahwa kebajikan dan kemurahan Tuhan akan mengikuti sepanjang hidup menjadi sumber pengharapan bagi orang percaya. Lirik ini mengajak pendengar untuk percaya penuh kepada Tuhan sebagai Gembala yang setia, yang menuntun sampai akhir perjalanan hidup, menuju rumah-Nya yang kekal.