
di hatiku, di hatiku.
Berlimpah sukacita di hatiku,
tetap di hatiku!
Reff:
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
2. Damai sejaht'ra melampaui akal
di hatiku, di hatiku.
Damai sejaht'ra melampaui akal
tetap di hatiku!
Reff:
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
3. Berlimpah kasih Yesus di hatiku,
di hatiku, di hatiku.
Berlimpah kasih Yesus di hatiku,
tetap di hatiku!
Reff:
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
4. Kini tiada lagi penghukuman di hatiku,
di hatiku, di hatiku.
Kini tiada lagi penghukuman di hatiku,
tetap di hatiku!
Reff:
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
5. Berlimpah sukacita di hatiku,
di hatiku, di hatiku.
Berlimpah sukacita di hatiku,
tetap di hatiku!
Reff:
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
Aku bersyukur bersukacita,
kasih Tuhan diam di dalamku.
Makna Lagu Berlimpah Sukacita di Hatiku
Lirik ini menggambarkan sukacita yang lahir dari hubungan yang dekat dengan Tuhan. Sukacita tersebut bukan sekadar perasaan senang sesaat, tetapi kebahagiaan yang tetap tinggal di dalam hati karena kasih Tuhan hadir dalam hidup seseorang. Lagu ini menunjukkan bahwa ketika seseorang merasakan kasih Tuhan, hatinya dipenuhi rasa syukur, damai, dan pengharapan yang tidak mudah hilang meskipun keadaan hidup berubah.
Selain berbicara tentang sukacita, lirik ini juga menekankan damai sejahtera yang “melampaui akal.” Artinya, Tuhan mampu memberikan ketenangan yang tidak selalu bisa dijelaskan secara logis, bahkan di tengah masalah atau pergumulan hidup. Kasih Yesus yang tinggal di hati membuat seseorang merasa diterima, dikasihi, dan tidak lagi hidup dalam rasa takut atau tertekan oleh masa lalu. Karena itu, muncul keyakinan bahwa tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang hidup di dalam kasih Tuhan.
Secara keseluruhan, lagu ini mengajak pendengar untuk hidup dalam rasa syukur dan menikmati kasih Tuhan yang terus memenuhi hati. Pesannya sederhana tetapi kuat: ketika kasih Tuhan tinggal dalam hidup seseorang, maka sukacita, damai, dan pengharapan akan terus mengalir. Dengan nuansa yang ceria dan mudah diingat, lirik ini mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati tidak berasal dari keadaan luar, melainkan dari kehadiran Tuhan di dalam hati manusia.




















