akhir hidupku yang fana,
jangan sampai terbuai jiwaku
di dunia gemerlap.
Di kala hariku makin senja,
jiwa letih, tubuhku pun lemah,
cahaya hidup semakin redup,
sering meratap mengeluh.
Dengarlah, Tuhan, doa dan keluh!
Biar ‘ku tent’ram,
meski pun dalam kemelut.
2. Di kala matahari terbenam,
ketika datang mempelai,
apakah suluhku tetap terang
menyambut dengan baik?
Apakah hatiku tak bergemar
tinggalkan dunia yang penuh cemar
atau jiwaku akan menentang
menuju sorga yang tenang.
Lihatlah Tuhan, pergumulanku!
PadaMu, Tuhan, doa dan pengharapanku.
Makna Lagu Sering KUtanya Pada Diriku
Lirik ini merupakan refleksi mendalam tentang kehidupan, pertambahan usia, dan kesiapan menghadapi akhir perjalanan hidup. Penyanyi merenungkan betapa singkat dan rapuhnya kehidupan manusia, serta menyadari bahwa gemerlap dunia dapat dengan mudah membuat seseorang lupa akan hal-hal yang benar-benar penting. Di tengah kesadaran akan kelemahan fisik dan keterbatasan manusia, muncul kerinduan untuk tetap memiliki hati yang tenang dan teguh dalam iman, meskipun harus menghadapi berbagai pergumulan hidup.
Pada bagian berikutnya, lirik ini mengajak pendengar untuk merenungkan kesiapan diri ketika saat perjumpaan dengan Tuhan tiba. Gambaran matahari terbenam dan datangnya mempelai melambangkan berakhirnya kehidupan duniawi serta datangnya saat untuk mempertanggungjawabkan hidup di hadapan Tuhan. Penyanyi bertanya kepada dirinya sendiri apakah imannya akan tetap menyala, apakah hatinya siap melepaskan keterikatan pada dunia, dan apakah ia dapat menyambut masa depan kekal dengan sukacita dan pengharapan.
Secara keseluruhan, lagu ini bukanlah ungkapan ketakutan terhadap kematian, melainkan doa yang lahir dari kerinduan untuk hidup dengan bijaksana dan tetap setia hingga akhir. Pesan utamanya adalah pentingnya menjaga iman, tidak terlena oleh hal-hal sementara, dan terus menaruh harapan kepada Tuhan. Dengan bahasa yang menyentuh dan mudah dipahami, lirik ini mengajak pendengar untuk mempersiapkan hidup dengan baik, sehingga dapat menghadapi masa depan dengan damai, keyakinan, dan pengharapan yang teguh kepada Tuhan.