Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
bawa pelita kepada yang gelap.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.
Reff:
Dengan senang, dengan senang,
marilah kita melayani umatNya.
Dengan senang, dengan senang,
berarti kita memuliakan namaNya.
2
Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
bagi yang sakit dan tubuhnya lemah.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.
3
Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
untuk yang miskin dan lapar berkeluh.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.
4
Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
menolong yatim dan orang yang resah.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.
5
Tuhan mengutus kita ke dalam dunia
untuk melawat orang terbelenggu.
Meski dihina serta dilanda duka,
harus melayani dengan sepenuh.
Makna Lagu Tuhan Mengutus Kita
Lirik ini mengajarkan bahwa setiap orang percaya dipanggil oleh Tuhan untuk hadir di tengah dunia sebagai pembawa terang, kasih, dan pengharapan. Tugas tersebut tidak hanya dilakukan melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan. Lagu ini menggambarkan pelayanan sebagai bentuk tanggung jawab iman yang diwujudkan dengan melayani orang-orang yang membutuhkan perhatian, pertolongan, dan dukungan.
Lirik ini secara khusus menyoroti berbagai kelompok yang membutuhkan kasih dan kepedulian, seperti orang sakit, orang miskin, mereka yang lapar, anak yatim, orang yang sedang gelisah, serta mereka yang hidup dalam keterbatasan atau tekanan. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa melayani Tuhan tidak dapat dipisahkan dari melayani sesama. Ketika seseorang hadir untuk menolong, menghibur, dan mendampingi orang lain, ia sedang menjalankan misi yang dipercayakan Tuhan kepadanya.
Melalui bagian refrein, lagu ini menegaskan bahwa pelayanan seharusnya dilakukan dengan sukacita, bukan karena terpaksa atau mencari penghargaan. Meskipun terkadang harus menghadapi penolakan, hinaan, atau penderitaan, orang percaya diajak untuk tetap setia dan melayani dengan sepenuh hati. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, lirik ini mengingatkan bahwa hidup yang dipakai untuk mengasihi dan melayani sesama adalah salah satu cara terbaik untuk memuliakan nama Tuhan.