tanda malam berganti siang ceria. Ya, Tuhan Allah, Raja alam raya,
padaMu saja kami pun percaya.
2. Fajar terang t’lah datang mengusir malam
dan kegelapan dosa t’lah dienyahkan.
Kristus Tuhanlah Fajar kebangkitan
yang sudah mengalahkan kematian.
3. Kini kami terbangun menyambut pagi
dan menikmati kasih sepanjang hari.
Ya Tuhan, Kaulah hari Kebenaran,
anugerahkan kami pengharapan.
Makna Lagu Burung Murai Bernyanyi
Lirik ini menggambarkan suasana pagi yang penuh sukacita sebagai simbol dari kehidupan, harapan, dan karya Tuhan yang terus diperbarui setiap hari. Kicauan burung dan datangnya fajar menjadi tanda berakhirnya malam serta dimulainya hari yang baru. Melalui gambaran alam tersebut, lagu ini mengajak pendengar untuk menyadari bahwa setiap hari adalah anugerah dari Tuhan dan menjadi alasan untuk kembali menaruh kepercayaan kepada-Nya.
Selain berbicara tentang pergantian malam dan siang secara fisik, lirik ini juga menggunakan simbol terang dan gelap untuk menggambarkan kehidupan rohani. Kegelapan dosa disandingkan dengan terang yang dibawa oleh Kristus. Yesus digambarkan sebagai "Fajar Kebangkitan" yang telah mengalahkan kematian dan membawa harapan baru bagi manusia. Pesan ini menegaskan bahwa melalui Kristus, kehidupan yang dipenuhi ketakutan dan keputusasaan dapat digantikan oleh pengharapan dan sukacita.
Pada bagian akhir, lagu ini menjadi doa agar setiap hari dijalani dalam kesadaran akan kasih Tuhan. Saat memulai aktivitas dan menghadapi berbagai tantangan, pendengar diajak untuk mengandalkan Tuhan sebagai sumber kebenaran dan pengharapan. Dengan bahasa yang sederhana dan penuh kehangatan, lirik ini mengingatkan bahwa setiap pagi adalah kesempatan baru untuk mengalami kasih Tuhan, menjalani hidup dengan optimisme, dan melangkah dengan keyakinan bahwa Tuhan menyertai sepanjang hari.