sembuhkan bumi yang mengerang.
O Sungai Rahmat, curahkan air,
hapusakan darah yang menggenang.
2. Gersanglah tanah, terbakar hangus;
benih tak tumbuh, kering, lemah.
O Sungai Rahmat, curahkan air
dan bumi ini s’lamatkanlah!
3. Tumbuhkan damai dan kebebasan,
berakar dalam, subur mekar.
O Sungai Rahmat, curahkan air,
buatlah dunia sembuh benar!
Makna Lagu O Sungai Rahmat
Lirik ini menggambarkan sebuah doa dan kerinduan yang mendalam agar kasih, rahmat, dan pertolongan Tuhan dicurahkan ke dunia yang sedang terluka. Gambaran "Sungai Rahmat" melambangkan anugerah Tuhan yang mengalir membawa kehidupan, kesembuhan, dan pemulihan. Dunia digambarkan sedang mengerang karena penderitaan, kekerasan, dan berbagai kerusakan, sehingga membutuhkan campur tangan Tuhan untuk menghapus luka-luka yang ada dan menghadirkan harapan baru.
Melalui gambaran tanah yang gersang, hangus, dan tidak mampu menumbuhkan benih, lirik ini juga mengajak pendengar untuk menyadari kondisi manusia dan dunia yang sering kali kehilangan arah, semangat, dan kehidupan. Air dari Sungai Rahmat menjadi simbol kuasa Tuhan yang mampu menyegarkan kembali apa yang telah layu, menguatkan yang lemah, serta memulihkan keadaan yang tampaknya sudah tidak memiliki masa depan.
Pada akhirnya, lagu ini membawa pesan tentang harapan akan terciptanya dunia yang lebih damai, bebas, dan sehat. Kesembuhan yang dimaksud bukan hanya untuk individu, tetapi juga untuk masyarakat dan seluruh ciptaan. Dengan bahasa yang relevan untuk masa kini, lirik ini mengajak setiap orang untuk berharap pada karya Tuhan yang sanggup memulihkan dunia yang penuh luka menjadi tempat yang dipenuhi damai, keadilan, dan kehidupan yang bertumbuh.




















