berkarya t’rus dengan hati teguh,
meski dihina dan menanggung duka;
‘Ku utus ‘kau mengabdi bagiKu.
2. ‘Ku utus ‘kau membalut yang terluka,
menolong jiwa sarat berkeluh,
menanggung susah dan derita dunia.
‘Ku utus ‘kau berkurban bagiKu.
3. ‘Ku utus ‘kau kepada yang tersisih,
yang hatinya diliputi sendu,
sebatang kara, tanpa handai taulan.
‘Ku utus ‘kau membagi kasihKu.
4. ‘Ku utus ‘kau, tinggalkan ambisimu,
padamkanlah segala nafsumu,
namun berkaryalah dengan sesama.
‘Ku utus ‘kau bersatulah teguh.
5. ‘Ku utus ‘kau mencari sesamamu
yang hatinya tegar terbelenggu,
‘tuk menyelami karya di Kalvari.
‘Ku utus ‘kau mengiring langkahKu.
Coda:
Kar’na Bapa mengutusku, ‘Ku utus ‘kau
Makna Lagu Ku Utus Kau
Lirik lagu ini punya makna tentang panggilan untuk hidup melayani dan menjadi berkat bagi orang lain dengan tulus. Lagu ini menggambarkan bahwa setiap orang dipanggil untuk membantu sesama, terutama mereka yang sedang terluka, sedih, kesepian, atau merasa tersisih. Walaupun dalam prosesnya ada tantangan, hinaan, bahkan penderitaan, lagu ini ngajarin supaya tetap kuat dan setia menjalani tugas dengan hati yang ikhlas, tanpa berharap pujian atau keuntungan pribadi.
Selain itu, lagu ini juga menekankan pentingnya meninggalkan ego dan ambisi pribadi demi tujuan yang lebih besar. Pesannya relate banget dengan kehidupan sekarang, di mana banyak orang terlalu fokus sama diri sendiri sampai lupa peduli sama sekitar. Lagu ini mengajak kita untuk lebih peka, mau bekerja sama, dan hadir buat orang lain, bukan cuma mengejar kepentingan pribadi. Kasih bukan cuma soal kata-kata, tapi dibuktikan lewat tindakan nyata dan pengorbanan.
Bagian akhir lagu menunjukkan bahwa semua tugas dan pelayanan itu berasal dari Tuhan sendiri. Seperti Tuhan mengutus seseorang untuk membawa kasih dan harapan, kita juga diajak untuk meneruskan kasih itu kepada dunia. Intinya, lagu ini mengingatkan bahwa hidup bukan cuma soal diri sendiri, tapi tentang bagaimana kita bisa menjadi alat kebaikan, menemani yang lemah, dan membawa damai bagi sesama.