Serta ‘ku memandang Penebus di salib,
aku berserah kepada Rajaku.
Reff
Iring kehendak Mukhalis sungguh indah,
ada damai, hilanglah keluh kesah.
Jiwa dapat berteduh dalam naungan Tuhanku,
dan merasa perhentianNya.
2. Set’lah tubuhku dan jiwa ‘ku serahkan
pada Tuhan dengan sungguh dan tetap,
‘ku miliki rasa damai serta aman,
meskipun di dalam jurang yang gelap.
Reff
Iring kehendak Mukhalis sungguh indah,
ada damai, hilanglah keluh kesah.
Jiwa dapat berteduh dalam naungan Tuhanku,
dan merasa perhentianNya.
3. Seg’nap waktuku sekarang Tuhan punya,
pun recana hidupku dan hartaku.
Tiap hari aku junjung Firman Allah,
dan mashyurkan nama Yesus, Rajaku.
Reff
Iring kehendak Mukhalis sungguh indah,
ada damai, hilanglah keluh kesah.
Jiwa dapat berteduh dalam naungan Tuhanku,
dan merasa perhentianNya.
4. Iring kehendak Mukhalis sungguh indah,
kenikmatannya tak ada taranya.
Tak ‘kan cukup lidahku memuji Dia,
yang t’lah bagiku membuka sorgaNya.
Reff
Iring kehendak Mukhalis sungguh indah,
ada damai, hilanglah keluh kesah.
Jiwa dapat berteduh dalam naungan Tuhanku,
dan merasa perhentianNya.
Makna Lagu Lama Ku Enggan Mengikut Jalan Tuhan
Lirik lagu ini menggambarkan perubahan hidup seseorang yang dahulu mengikuti hawa nafsu dan jalannya sendiri, tetapi kemudian menyerahkan diri kepada Tuhan setelah menyadari kasih dan pengorbanan Yesus di salib. Maknanya adalah bahwa perjumpaan dengan kasih Kristus membawa pertobatan dan perubahan arah hidup.
Selain itu, lagu ini menekankan bahwa mengikuti kehendak Tuhan membawa damai dan ketenangan batin. Walaupun hidup masih memiliki “jurang yang gelap” atau kesulitan, penyanyi merasa aman karena berada dalam naungan Tuhan. Pesannya adalah bahwa penyerahan diri kepada Tuhan memberi perhentian bagi jiwa yang sebelumnya gelisah.
Lagu ini juga menunjukkan komitmen penuh kepada Tuhan. Waktu, rencana hidup, harta, dan seluruh kehidupan diserahkan untuk dipakai bagi Tuhan. Penyanyi memilih hidup menurut Firman Allah dan memuliakan nama Yesus setiap hari. Ini mengajarkan bahwa iman bukan hanya perasaan, tetapi juga diwujudkan dalam cara hidup sehari-hari.
Di bagian akhir, lagu ini mengekspresikan sukacita besar karena mengikuti kehendak Tuhan dianggap lebih indah daripada apa pun. Penyanyi merasa tidak cukup kata-kata untuk memuji Tuhan yang telah membuka jalan keselamatan dan surga baginya. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang pertobatan, penyerahan diri kepada Tuhan, damai dalam mengikuti kehendak-Nya, dan sukacita keselamatan dalam Kristus.