yaitu cadas yang teguh , pelindung yang letih.
Tempat musafir berteduh di jalan yang berat;
Naungan itu panas terik bagiku yang penat.
2. Dan pada salibYesus tampak di mataku.
sesosok tubuh, terpencil tersiksa bagiku.
Hatiku yang remuk, sedih, melihatnya jelas
bahwa aku tiada layaklah dapat kasih dan belas.
3. Ya salib, ‘ku jadikan naungan rumahku.
Semata cahya wajahNya bagiku yang perlu.
Biar dunia ‘ku lepas, tak ada ruginya.
Yang hilang dosa sajalah dan labaku salibNya.
Makna Lagu Di Bawah Salib Yesus
Lirik lagu ini menggambarkan salib Yesus sebagai tempat perlindungan, penghiburan, dan sumber keselamatan bagi manusia. Penyanyi ingin “berhenti di bawah salib Yesus”, artinya datang mendekat kepada pengorbanan Kristus untuk memperoleh kekuatan dan ketenangan. Salib digambarkan seperti cadas yang teguh dan tempat berteduh bagi orang yang lelah dalam perjalanan hidup.
Selain itu, lagu ini mengajak untuk merenungkan penderitaan Yesus di kayu salib. Penyanyi melihat Yesus yang tersiksa demi menanggung dosa manusia, sehingga muncul rasa sedih, syukur, dan kerendahan hati. Maknanya adalah bahwa kasih Tuhan begitu besar, bahkan ketika manusia merasa tidak layak menerima belas kasihan-Nya.
Di bagian akhir, lagu ini menunjukkan penyerahan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Salib menjadi “naungan rumah”, yaitu pusat pengharapan dan pegangan hidup. Penyanyi rela melepaskan hal-hal duniawi karena yang paling berharga baginya adalah kasih dan keselamatan dari Kristus.
Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang penghiburan di dalam salib Kristus, kasih pengorbanan Yesus bagi manusia, serta ajakan untuk hidup dekat kepada Tuhan dan menjadikan salib sebagai sumber harapan dan keselamatan.