Di negeri yang aku tuju tiada duka dan kesah.
Di sana akan ‘ku jumpai taulanku yang dulu pergi.
Reff
‘Ku seberangilah sungai Yordan, ke neg’riku yang berseri.
2. Awan gelap menyelubungku, jalan berduri dan terjal.
Namun ‘ku lihat di depanku neg’riku indah dan kekal.
Di sana tiada air mata, tiada orang bersedih.
Reff
‘Ku seberangilah sungai Yordan, ke neg’riku yang berseri.
3. Akan ‘ku puji nama Yesus yang memanduku di gelap.
Bersama handai menyanyikan puji-pujian menggegap.
‘Kan ‘ku kenakanlah mahkota yang oleh Tuhan diberi.
Reff
‘Ku seberangilah sungai Yordan, ke neg’riku yang berseri.
Makna Lagu Ku Ini Adalah Musafir
Lirik lagu ini menggambarkan kehidupan manusia sebagai seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan menuju “negeri” yang kekal dan penuh damai bersama Tuhan. Dunia digambarkan sebagai tempat penuh kelelahan, kesulitan, dan perjuangan, sedangkan tujuan akhirnya adalah tempat tanpa duka dan penderitaan. Maknanya adalah bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, dan manusia memiliki harapan akan kehidupan yang lebih indah bersama Tuhan.
Selain itu, lagu ini juga menunjukkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu mudah. “Awan gelap”, “jalan berduri”, dan “sungai Yordan” melambangkan tantangan, penderitaan, bahkan kematian yang harus dihadapi manusia. Namun, penyanyi tetap memiliki pengharapan karena percaya Tuhan sedang menuntunnya menuju negeri yang penuh sukacita dan damai. Pesannya adalah bahwa iman memberi kekuatan untuk tetap berjalan walaupun hidup terasa berat.
Di bagian akhir, lagu ini membawa suasana kemenangan dan sukacita. Penyanyi membayangkan dirinya memuji Yesus bersama orang-orang percaya lainnya dan menerima “mahkota” sebagai lambang kemenangan iman. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang ketekunan dalam perjalanan hidup, pengharapan akan surga, dan keyakinan bahwa Tuhan akan membawa umat-Nya sampai kepada kehidupan kekal yang penuh kebahagiaan.