dan gurun pasir pun kentara bagaikan mawar berseri!
Padanya akan diberikan semarak yang tak bakal hilang:
Baginya nampak tergelar serba kemuliaan Tuhan,
Yang ia sambut dan agungkan dengan gempita yang besar!
2. Kuatkan tangan tak berdaya, teguhkan kaki yang lesu;
orang cemas yang putus asa, kini tabahkan hatimu!
Tengadahlah: Allahmu datang; umatNya Ia selamatkan!
Selaku Hakim yang kudus Ia membalas kekerasan,
membela korban penindasan, menjamin damaimu terus!
3. Celiklah mata orang buta melihat karya yang ajaib,
telinga tuli pun terbuka untuk menyambut kabar baik;
yang lumpuh bangun dan menari, yang bisu bersyukur menyanyi,
kar'na di tanah yang gersang mengalir sungai air hidup
membuat padang gurun itu penuh tanaman dan kembang!
4. Nanti terbuka jalan raya; umat kudus pelintasnya,
bebas ancaman dan bahaya, menuju Sion mulia.
Semua dibebaskan Tuhan, bersorak-sorai akan pulang
Ke negeri pusakanya. Habislah duka dan derita;
Limpahlah sumber sukacita sampai selama-lamanya!
Makna Lagu Seisi Padang Belantara
Lirik lagu ini punya makna tentang harapan besar bahwa Tuhan sanggup mengubah keadaan yang paling sulit sekalipun menjadi penuh kehidupan dan sukacita. Gambaran padang gurun yang berubah jadi taman indah menunjukkan bahwa saat Tuhan bekerja, situasi yang tadinya terasa kosong, kering, atau penuh masalah bisa dipulihkan jadi sesuatu yang indah. Lagu ini memberi pesan bahwa selalu ada harapan, bahkan ketika hidup terasa berat atau nggak jelas arahnya.
Selain itu, lagu ini juga menguatkan orang-orang yang sedang lelah, putus asa, atau merasa tertindas. Tuhan digambarkan hadir untuk menolong, membela yang lemah, dan memberi keadilan. Bagian tentang orang buta melihat, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu menyanyi melambangkan pemulihan total — bukan cuma secara fisik, tapi juga hati, mental, dan kehidupan seseorang secara keseluruhan. Jadi, lagu ini ngajarin bahwa Tuhan mampu memulihkan apa yang sebelumnya terasa mustahil.
Di bagian akhir, lagu ini membawa suasana penuh kemenangan dan damai. Ada gambaran perjalanan menuju tempat yang aman dan penuh sukacita bersama Tuhan, tanpa lagi rasa takut, sedih, atau penderitaan. Intinya, lagu ini mengajak kita untuk tetap kuat dan percaya, karena pada akhirnya Tuhan membawa umat-Nya menuju kehidupan yang penuh damai, pengharapan, dan kebahagiaan yang nggak akan habis.
Syair: De dorre vlakte der woestijnen, Jan Jacob Lodewijk ten Kate (1819 – 1889),
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1983, berdasarkan Yesaya 35,