Badai topan menggeram dan gelombang menyerang.
Kemudikan bidukku, Yesus, Kau Nahkodaku!
2. Bak diusap bundanya ronta anak mereda,
ombak dashyat pun teduh, turut p'rintahMu penuh.
'Kau Penguasa laut seru, Yesus, Kau Nahkodaku!
3. Bila tiba saatku melabuhkan bidukku,
waktu ombak mengglegar, b'ri sabdaMu kudengar,
"Jangan takut, anakKu, 'Ku tetap Nahkodamu!"
Makna Lagu Yesus, Kau Nahkodaku
Lirik ini menggambarkan kehidupan orang percaya sebagai perjalanan di “samudra hidup” yang penuh tantangan, badai, dan gelombang kesulitan. Dalam gambaran ini, Yesus dipandang sebagai Nahkoda yang memegang kendali penuh atas arah hidup, sehingga tidak ada alasan untuk takut meskipun keadaan tampak berbahaya.
Selain itu, lagu ini menekankan kuasa Yesus atas segala keadaan, bahkan atas kekuatan alam yang paling dahsyat sekalipun. Seperti seorang anak yang ditenangkan oleh kasih ibunya, hati yang gelisah menjadi teduh karena kehadiran dan perintah Kristus yang membawa damai.
Di bagian akhir, lirik ini mengarahkan pada pengharapan saat perjalanan hidup mencapai akhirnya. Bahkan di saat terakhir, ada janji penyertaan Tuhan yang meneguhkan dan menenangkan. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang kepercayaan penuh kepada Kristus sebagai Penguasa hidup, pemberi damai di tengah badai, dan Penuntun hingga akhir perjalanan.