
hidup segar dari sorga 'kan diberi Penebus.
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
2. Hujan berkat 'kan tercurah, hidup kembali segar.
Di atas bukit dan lurah bunyi derai terdengar.
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
3. Hujan berkat 'kan tercurah. Kini kami berseru,
"B'rilah dengan limpah ruah, agar genap sabdaMu!"
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
4. Hujan berkat 'kan tercurah; kami menantikannya.
Hati kami telah buka, Yesus, Kauisi deg'ra!
Reff:
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
Makna Lagu Hujan Berkat Kan Tercurah
Lirik ini menggambarkan kerinduan umat percaya akan “hujan berkat” dari Tuhan sebagai simbol kasih karunia dan pembaruan rohani. Janji Tuhan dipahami sebagai sumber kehidupan yang menyegarkan jiwa, sama seperti hujan yang menghidupkan tanah yang kering.
Selain itu, lagu ini menekankan bahwa berkat Tuhan tidak hanya diharapkan secara pasif, tetapi juga disambut dengan hati yang terbuka dan doa yang sungguh. Umat percaya menyadari kebutuhan mereka akan pemeliharaan Tuhan dan dengan penuh harap memohon agar janji-Nya digenapi secara limpah.
Di bagian akhir, lirik ini menunjukkan sikap iman yang menantikan dengan percaya bahwa Tuhan akan memenuhi kebutuhan rohani umat-Nya. Secara keseluruhan, lagu ini menekankan ketergantungan kepada Tuhan sebagai sumber berkat, pembaruan hidup, dan pengharapan akan curahan kasih karunia-Nya yang berlimpah.




















