Biar dalam g'lap gulita bergemilang
t'rang berita: Satu saja Tuhan kita, Sang Penebus.
2. Bangunkan persekutuan sidang Jemaat dan kumpulkan dombaTuhan yang tersesat.
Satu Sabda berkuasa mempersatukan bahasa
Sekalipun kaum dan masa, jauh dan dekat.
3. Yang menunjuk ujung jalan: T'rang Al Kalam. Yang memimpinpekerjaan: Raja Imam.
Jangan turut cita-cita dunia yang bergempita.
Satu saja Tuhan kita: Raja Salam.
Makna Lagu Dunia Dalam Rawa Paya
Lirik ini menggambarkan dunia yang sedang penuh kekacauan, kebingungan, dan pergumulan, seperti “rawa paya” yang sulit dilewati. Di tengah keadaan itu, orang Kristen dipanggil untuk menjadi pembawa terang melalui Injil. Pesannya menegaskan bahwa harapan sejati bagi dunia bukan berasal dari kekuatan manusia, tetapi dari Yesus sebagai satu-satunya Penebus dan sumber keselamatan.
Selain itu, lagu ini menekankan pentingnya persatuan dan persekutuan umat percaya. Gereja dipanggil untuk merangkul kembali orang-orang yang tersesat dan membawa mereka kepada Tuhan. Firman Tuhan digambarkan memiliki kuasa untuk menyatukan berbagai suku, bahasa, dan generasi, sehingga kasih Tuhan melampaui semua perbedaan manusia.
Di bagian akhir, lirik ini mengingatkan agar orang percaya tidak hanyut oleh ambisi dan gemerlap dunia. Tuhanlah yang menjadi penunjuk jalan dan pemimpin hidup yang sejati. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan bahwa di tengah dunia yang kacau, umat Tuhan dipanggil untuk tetap setia pada Firman, hidup dalam persatuan, dan menjadikan Kristus sebagai pusat hidup dan sumber damai.