Lirik KJ 331 Siang Malam Musim Tahun - Kidung Jemaat

Lirik KJ 331 Siang Malam Musim Tahun - Kidung Jemaat
1. Siang, malam, musim, tahun gilir ganti melenyap; bayang-
bayangnya berlalu, tiada satu yang tetap. Hidup kita menjalani
jangka waktu dunia; tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya.

2. Orang hidup ditinggalkan oleh pendahulunya, kita pun menuju
makam yang fana. Dari bumi kita lahir dan kembali padaNya;
tanpa rahmat yang ilahi, apakah manusia?

3. Sungguh, Allah mengasihi dunia ciptaanNya: dalam PutraNya
sendiri Ia tinggal beserta. Yang percaya kepadaNya, tak binasa
tenggelam, tapi hidup selamanya dalam Dia yang menang.

4. Walau zaman menghanyutkan tiap hal di dunia, pengasihanMu,
ya Tuhan, untuk s'lama-lamanya! Di segala perubahan, dalam
duka apapun, dalam Kristus aku aman: kau menjadi Bapaku!

5. Bapa, Sumber pengasihan, Bapa dalam t'rang dan g'lap. Bapa
dalam kematian, pun di kubur yang senyap, setiaMu tak berubah,
kasihMu tetap teguh: Bapa, kepadaMu jua kuserahkan diriku.

6. Siang, malam, musim, tahun, biar kamu melenyap; dalam suka
dan dukaku rahmat Allahku tetap! TanganNya menuntun daku
lewat zaman dunia dan akhirnya 'ku selalu tinggal dalam rumahNya.

Makna Lagu Siang Malam Musim Tahun

Lirik ini menggambarkan perjalanan hidup manusia yang terus berjalan dan berubah seiring waktu. Siang, malam, musim, dan tahun silih berganti tanpa bisa dihentikan, mengingatkan bahwa hidup di dunia ini sementara dan tidak ada yang benar-benar tetap. Setiap momen yang berlalu tidak bisa diulang lagi, sehingga manusia diajak untuk menyadari tanggung jawab hidup dan bagaimana menggunakan waktunya dengan bijak.

Selain itu, lagu ini menyoroti kenyataan bahwa manusia pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan. Hidup manusia rapuh dan fana, tetapi di tengah keterbatasan itu ada kabar pengharapan: Tuhan mengasihi dunia melalui Yesus Kristus. Orang yang percaya kepada-Nya tidak hanya hidup untuk dunia sekarang, tetapi memiliki janji kehidupan kekal bersama Tuhan. Jadi, di tengah perubahan dan kematian, tetap ada harapan yang tidak hilang.

Di bagian akhir, lirik ini menegaskan kesetiaan Tuhan yang tidak berubah walaupun dunia terus berubah. Dalam suka, duka, terang, gelap, bahkan kematian, kasih dan penyertaan Tuhan tetap sama. Karena itu, manusia bisa hidup dengan tenang dan percaya bahwa Tuhan akan terus menuntun sampai akhirnya tiba di rumah-Nya yang kekal. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan bahwa hidup dunia memang sementara, tetapi kasih Tuhan adalah pegangan yang tetap untuk selamanya.

Lirik Lagu Lagu Rohani

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru