sebagai TubuhMu kami Kaupelihara. O Tuhan,
urapilah pelayan jemaatMu menjadi gembala penuh
karuniaMu. Dengan api Roh Kudus kobarkanlah imannya
untuk mewartakan InjilMu di dunia.
O Tuhan, curahkanlah wibawa yang rasuli, agar dihayati
panggilanMu yang suci. KepadaMu sajalah harapannya selalu,
tetap dan setia, teguh pada FirmanMu; pun ia layakkanlah
bagiMu tiap hari, berani bersaksi dan giat melayani.
Makna Lagu Syukur Kami PadaMu
Lirik ini adalah ungkapan syukur kepada Tuhan sebagai Kepala Gereja yang terus memelihara umat-Nya. Gereja digambarkan sebagai tubuh Kristus, artinya setiap orang percaya hidup dan bertumbuh karena penyertaan Tuhan sendiri. Dalam konteks ini, para pelayan jemaat dipandang sebagai orang-orang yang dipanggil untuk menggembalakan umat dengan kasih dan tanggung jawab yang berasal dari Tuhan.
Selain itu, lagu ini berisi doa supaya para pelayan gereja dipenuhi Roh Kudus dan memiliki iman yang menyala-nyala dalam memberitakan Injil. Pelayanan tidak cukup hanya dengan kemampuan manusia, tetapi membutuhkan kuasa dan hikmat dari Tuhan. Karena itu, para pelayan didoakan agar memiliki keberanian, kesetiaan, dan hati yang sungguh-sungguh mau melayani demi kemuliaan Tuhan, bukan demi kepentingan diri sendiri.
Di bagian akhir, lirik ini menekankan pentingnya hidup yang setia pada Firman Tuhan dan panggilan yang kudus. Seorang pelayan Tuhan dipanggil untuk menjadi teladan, berani bersaksi, dan terus giat melayani setiap hari. Secara keseluruhan, lagu ini mengingatkan bahwa pelayanan gereja adalah tugas mulia yang harus dijalani dengan kerendahan hati, ketekunan, dan ketergantungan penuh kepada Tuhan.