1. O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. Ampuni kami, o Yesus!
2. O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. Ampuni kami, o Yesus!
3. O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. B'ri kami damai, o Yesus!
KJ. 311b
1. O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. Ampuni kami, o Yesus!
2. O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. Ampuni kami, o Yesus!
3. O Anakdomba Allah, tersembelih di salib, sabar setiap
kala, walau ditimpa aib. Kautanggung dosa dunia, sengsara
seluruhnya. B'ri kami damai, o Yesus!
Makna Lagu O Anak Domba Allah
Lirik ini menggambarkan Yesus sebagai “Anakdomba Allah” yang rela berkorban di kayu salib demi menanggung dosa manusia. Gambaran anak domba menunjukkan kelembutan, ketulusan, dan pengorbanan tanpa perlawanan. Walaupun mengalami hinaan dan penderitaan, Yesus tetap sabar dan setia menjalani semuanya karena kasih-Nya kepada manusia begitu besar.
Selain itu, lagu ini membawa suasana pertobatan dan kerendahan hati. Manusia menyadari bahwa dosa dan kesalahan mereka telah ditanggung oleh Yesus di salib, sehingga muncul doa sederhana namun mendalam: “Ampuni kami, o Yesus.” Ini menunjukkan bahwa pengampunan Tuhan menjadi pusat harapan manusia, bukan kekuatan atau usaha diri sendiri.
Di bagian akhir, permohonan berubah menjadi doa untuk damai sejahtera. Setelah menerima pengampunan, manusia juga merindukan ketenangan dan pemulihan dari Tuhan. Secara keseluruhan, lirik ini mengajak pendengarnya untuk merenungkan pengorbanan Kristus, datang dengan hati yang rendah, dan menerima damai yang diberikan oleh kasih-Nya.