
bersih hatiku. Pengasih, Pengampun, Juruselamatku,
Engkaulah kucinta kini tekadku.
2. Kucinta padaMu kar'na kasihMu. Kauhapus dosaku
dengan wafatMu; mahkota berduri t'lah melukaiMu.
Engkaulah kucinta: kini tekadku!
3. Tetap Kau kucinta sampai ajalku; kupuji namaMu
s'lama hayatku. Pun saat sang maut renggutkan nyawaku,
Engkaulah kucinta: kini tekadku!
4. Di rumah mulia kekal abadi kupuji namaMu tiada henti;
dengan sukacita 'ku akan berseru:
Engkaulah kucinta: kini tekadku!
Makna Lagu Ku Tahu Tuhanku
Lirik ini menggambarkan komitmen iman yang sangat pribadi dan kuat kepada Yesus. Di awal, penulis menyatakan keyakinan bahwa Tuhan adalah miliknya—bukan karena usaha manusia, tetapi karena Tuhan sendiri yang memilih, mengasihi, dan menyucikan hati. Yesus dikenali sebagai Pengampun, Juruselamat, dan satu-satunya alasan hati bisa benar-benar bersih.
Lalu, kasih kepada Yesus ditegaskan sebagai respons atas pengorbanan-Nya di salib. Luka, mahkota duri, dan wafat Kristus menjadi gambaran betapa besar kasih yang diberikan untuk menghapus dosa manusia. Karena itu, cinta kepada Yesus bukan sekadar perasaan, tetapi tekad hidup yang lahir dari rasa syukur yang dalam.
Di bagian akhir, komitmen itu tidak berhenti di kehidupan sekarang, tetapi sampai kematian bahkan kekekalan. Baik dalam hidup maupun setelah maut, tetap ada pujian dan kasih kepada Tuhan. Secara keseluruhan, lirik ini menegaskan bahwa kasih kepada Yesus adalah keputusan seumur hidup yang berakar pada keselamatan dan pengorbanan-Nya yang besar.




















