FirmanNya mahamulia dan jalanNya tentu.
2. Betapa kasih hikmatNya! Kendati kita aib:
Sang Adam Baru menjelma, Penolong yang ajaib.
3. O hikmat kasih! Dialah tak jatuh diserang:
di dalam darah-daging pun berjuang dan menang.
4. Tak sekedar karunia yang dimilikiNya:
hakekat Allah yang kekal yaitu kodratNya.
5. Dialah Insan yang benar: set'ru dibantingNya.
Hukuman bagi insan pun ditanggung olehNya.
6. DukaNya di Getsemani, wafatNya di salib
teladan bagi muridNya menanggung yang pedih.
7. Bumi dan langit pujilah Yang Tinggi dan Kudus;
firmanNya mahamulia dan jalanNya tentu.
Makna Lagu Bumi dan Langit Pujilah
Lirik ini berisi pujian kepada Tuhan yang Mahatinggi, dengan fokus pada hikmat, kasih, dan kuasa-Nya yang begitu besar. Alam semesta bahkan diajak untuk memuji-Nya karena segala sesuatu berasal dari Firman-Nya yang sempurna dan penuh kebenaran. Di sini, Tuhan digambarkan bukan hanya sebagai pencipta, tetapi juga sebagai sosok yang jalan dan rencana-Nya selalu benar, meskipun kadang tidak langsung dipahami manusia.
Bagian tengah lirik menyoroti Yesus sebagai “Adam Baru” yang datang untuk menyelamatkan manusia. Ia digambarkan benar-benar menjadi manusia, namun tetap tanpa jatuh dalam dosa. Dalam kasih-Nya yang besar, Yesus rela menanggung hukuman manusia dan mengalami penderitaan, mulai dari Getsemani hingga salib. Ini menunjukkan bahwa keselamatan manusia bukan sesuatu yang murah, melainkan hasil dari pengorbanan yang sangat besar.
Secara keseluruhan, lagu ini menekankan bahwa kasih Tuhan dan hikmat-Nya melampaui segala sesuatu. Yesus tidak hanya mengajar atau memberi teladan, tetapi benar-benar turun, berjuang, dan menang demi manusia. Karena itu, respons yang tepat adalah memuji dan menghormati Dia dengan penuh syukur. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk melihat bahwa di balik penderitaan Kristus, ada kemenangan dan kasih Allah yang menyelamatkan dunia.