"Yerusalem, hai bangunlah!" Bergema suara lantang pertanda
sudah larut malam: "Hai para put'ri, jagalah! T'lah datang
Mempelai; pelita ambillah! Haleluya! Bersiaplah ke pestaNya
dan sambut Dia segera!"
2. Sion sangat bergembira ketika mendengar berita; terbangun Dia
segera. Yang dinanti sudah datang, penuh karunia, kebenaran:
cahaya fajar merekah. Pangeran mulia, ya Yesus marilah! Hosiana!
Semuanya ikut serta perjamuan bahagia.
3. Gloria! Mari bernyanyi teriring gambus dan kecapi, malaikat dan
manusia! Ada duab'las gapura terbuat dari mutiara di kota suci
mulia. Di manakah pernah tempat bahagia yang setara?
Bersoraklah, haleluya sekarang dan selamanya!
Makna Lagu Bangunlah Dengar Suara
Lirik ini menggambarkan suasana penuh sukacita saat umat Tuhan bersiap menyambut kedatangan Yesus sebagai Mempelai yang dinanti-nantikan. Gambaran “bangunlah” dan “pelita ambillah” menunjukkan ajakan untuk tetap berjaga-jaga dan siap secara rohani. Hidup diibaratkan seperti malam yang panjang, tetapi kabar baiknya adalah fajar keselamatan sudah dekat. Lagu ini mengingatkan bahwa orang percaya tidak boleh terlena atau kehilangan iman, karena Tuhan datang pada waktu yang tidak diduga.
Di bait kedua, suasana berubah menjadi penuh harapan dan kegembiraan. Sion atau umat Tuhan digambarkan bangkit dengan sukacita karena akhirnya Sang Raja yang dinanti datang membawa kasih, kebenaran, dan terang baru. Kedatangan Yesus bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi momen penuh damai dan kebahagiaan. Gambaran perjamuan besar menunjukkan hubungan yang akrab dan penuh sukacita antara Tuhan dan umat-Nya.
Bagian terakhir membawa imajinasi tentang kemuliaan surga yang begitu indah sampai sulit dibandingkan dengan apa pun di dunia. Kota suci dengan gerbang mutiara melambangkan kehidupan kekal yang sempurna, penuh damai, dan pujian tanpa akhir. Secara keseluruhan, lagu ini mengajak orang percaya untuk hidup dengan hati yang siap, penuh harapan, dan terus bersukacita karena Tuhan yang dinantikan pasti datang.