
kau dipilih tempat tinggal oleh Yang Maha Besar.
Kau berdiri atas Cadas yang abadi dan teguh,
Tiada tertembus musuhmu tembok kes'lamatanmu.
2. Putera serta putrimu cukup akan air sejuk.
Yang bersumber pada kasih, pantang takut dan keluh.
Siapa akan haus lagi, bila ada air sedap?
Rahmat, seperti Sumbernya tak henti, akan tetap.
3. Tiap rumah terselubung oleh awan yang pekat.
Ada api menerangi Allah pun tetap dekat.
B'ri naungan pada siang, b'ri terang dalam gelap;
Manna pun dib'ri makanan atas doa yang tetap.
4. Yesus, bila k'lak pun aku jadi warga kotaMu,
walau dunia menekanku, 'ku kupuji namaMu.
Kebesaran anak dunia akan hilang dan lenyap.
Hanya harta warga Sion dan sukanya yang tetap.
Makna Lagu Kota Sion Kota Allah
Lirik ini menggambarkan Sion sebagai kota Allah yang mulia, aman, dan penuh pemeliharaan Tuhan. Sion dilukiskan sebagai “puri agung” yang dibangun di atas dasar yang kokoh dan abadi. Gambaran ini menunjukkan bahwa umat Tuhan memiliki tempat perlindungan yang tidak dapat dihancurkan oleh kekuatan dunia, karena Tuhan sendiri yang menjadi dasar dan penjaganya.
Pada bait kedua dan ketiga, lagu ini menonjolkan pemeliharaan Allah terhadap umat-Nya. Air sejuk, manna, awan pelindung, dan api penerang mengingatkan pada perjalanan bangsa Israel di padang gurun ketika Tuhan memimpin dan mencukupi kebutuhan mereka. Semua itu menjadi simbol kasih karunia Tuhan yang terus mengalir dan tidak pernah habis bagi umat yang percaya kepada-Nya.
Lagu ini juga mengajarkan bahwa orang yang hidup dekat dengan Tuhan tidak perlu takut atau terus-menerus mengeluh, sebab Tuhan menyediakan “air hidup” dan penghiburan sejati. Rahmat Tuhan digambarkan seperti sumber air yang terus mengalir tanpa berhenti, memberi kekuatan dan pengharapan di tengah kesulitan hidup.
Pada bait terakhir, penulis menyatakan kerinduan menjadi warga kota Allah. Walaupun dunia menekan dan kemuliaan duniawi akhirnya akan lenyap, sukacita dan warisan warga Sion tetap kekal. Pesan utamanya adalah bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kemegahan dunia, melainkan pada hidup bersama Tuhan dan menjadi bagian dari kerajaan-Nya yang abadi.




















