
datanglah KerajaanMu; di Gereja yang harus bersatu, agar nyata
manusia baru, datanglah KerajaanMu!
Reff:
Datanglah, datanglah, datanglah KerajaanMu!
2. Memerangi gelap kemiskinan, menyinarkan terang keadilan
datanglah KerajaanMu; di lautan, di gunung, di ladang
dan di badai, di pasar, di jalan datanglah KerajaanMu!
Reff:
Datanglah, datanglah, datanglah KerajaanMu!
3. Dalam hati dan mulut dan tangan dengan kasih, dengan
kebenaran datanglah KerajaanMu; kar'na Kaulah empunya semua,
demi Kristus umatMu berdoa: datanglah KerajaanMu!
Reff:
Datanglah, datanglah, datanglah KerajaanMu!
Makna Lagu Dalam Dunia Penuh Kerusuhan
Lirik ini merupakan doa dan seruan agar Kerajaan Allah hadir nyata di dunia yang penuh kekacauan, permusuhan, dan ketidakadilan. Lagu ini melihat dunia sebagai tempat yang sedang terluka oleh konflik dan penderitaan, sehingga umat memohon supaya pemerintahan Tuhan yang penuh damai, kasih, dan kebenaran datang mengubah keadaan manusia.
Selain itu, lagu ini menekankan bahwa Gereja memiliki peranan penting dalam menghadirkan Kerajaan Allah. Gereja dipanggil untuk bersatu supaya “nyata manusia baru,” artinya kehidupan umat percaya harus mencerminkan pembaruan dari Tuhan — hidup dalam kasih, persatuan, dan damai. Dengan demikian, Kerajaan Allah bukan hanya harapan masa depan, tetapi mulai tampak melalui kehidupan umat-Nya sekarang.
Bait kedua menunjukkan bahwa Kerajaan Allah juga berkaitan dengan keadilan sosial dan kepedulian terhadap penderitaan manusia. Lagu ini menyebut kemiskinan, ketidakadilan, dan kehidupan sehari-hari di laut, gunung, ladang, pasar, dan jalan. Artinya, karya Tuhan menjangkau seluruh aspek kehidupan manusia, bukan hanya urusan ibadah di gereja. Kerajaan Allah hadir ketika kasih, keadilan, dan pertolongan Tuhan dinyatakan di tengah dunia.
Pada bait terakhir, lagu ini mengajak umat menghadirkan Kerajaan Allah lewat hati, perkataan, dan tindakan yang dipenuhi kasih dan kebenaran. Doa “Datanglah KerajaanMu” menjadi panggilan agar hidup orang percaya sendiri dipakai Tuhan untuk membawa damai dan pembaruan. Secara keseluruhan, lirik ini bernuansa doa, pengharapan, dan panggilan untuk hidup aktif menghadirkan kasih Allah di dunia.




















