pelita menantikan Mempelai; sumber Hidup hanya Dia.
Umat Tuhan, masuk pintuNya, majulah, majulah!
2. Tabahlah, tabahlah, tabah tanpa mengeluh; tanggunglah cerca dan duka,
taat sampai ajalmu. Lihat tajuk kehidupan;
biar Iblis datang menerpa, tabahlah, tabahlah!
3. Tolaklah, tolaklah tolak rayu dunia yang mencoba memegahkan
dikau oleh hartanya; jangan pandang kesenangan:
janji Iblis dan godaannya tolaklah, tolaklah!
4. Ujilah, ujilah, ujilah setiap roh yang memikat kiri kanan
untuk menyesatkanmu. Ikut Bintang Pengharapan,
tapi yang tersamar nampaknya ujilah, ujilah!
5. Tumbuhlah, tumbuhlah, tumbu dalam Tuhanmu: Roh dan Hidup kauseraplah;
jangan maut kautempuh. Subur oleh kuasa Allah
bagai carang hijau s'lamanya tumbuhlah, tumbuhlah!
Makna Lagu Majulah Majulah
Lirik ini adalah ajakan untuk hidup setia dan terus bertumbuh dalam iman kepada Tuhan. Lagu ini memakai banyak kata perintah seperti “majulah,” “tabahlah,” “tolaklah,” “ujilah,” dan “tumbuhlah,” yang memberi kesan kuat dan membangkitkan semangat rohani. Umat Tuhan diajak berjalan dalam terang Kristus sambil tetap berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya, seperti pelita yang terus menyala menyambut Sang Mempelai.
Selain itu, lagu ini menekankan keteguhan dalam menghadapi penderitaan dan pencobaan. Orang percaya diminta tetap tabah walaupun harus menanggung hinaan, kesedihan, atau tekanan hidup. Fokusnya bukan pada kenyamanan dunia, tetapi pada “tajuk kehidupan,” yaitu upah kekal yang dijanjikan Tuhan bagi mereka yang tetap setia.
Lirik ini juga memperingatkan tentang godaan dunia dan tipu daya rohani. Kekayaan, kesenangan, dan ajaran yang menyesatkan digambarkan sebagai sesuatu yang harus diuji dan ditolak supaya iman tidak menyimpang. Karena itu, umat diminta memiliki hikmat dan tetap mengikuti Kristus sebagai “Bintang Pengharapan.”
Di bagian akhir, lagu ini mengajak orang percaya untuk terus bertumbuh dalam Tuhan seperti ranting hijau yang hidup karena melekat pada sumber kehidupan. Roh dan hidup dari Tuhan menjadi kekuatan utama agar manusia tidak jatuh ke dalam kematian rohani. Secara keseluruhan, lirik ini bernuansa teguh, membangun, dan penuh dorongan untuk hidup disiplin serta setia dalam perjalanan iman.