
panen pertama menjadi nampak, panen dari Paskah.
Reff:
Untuk siapakah Hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
2. Biji benih yang telah ditanam dengan air mata
hidup menjadi tumbuhan dan buahnya sudah nyata.
Reff:
Untuk siapakah hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
3. Yesus ditanam dan bangkit pula pada masa Paskah,
kini buahNya menjadi nyata pada Pentakosta.
Reff:
Untuk siapakah hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
4. Yesus tanaman yang mahaagung, diberkati Allah;
nampaklah hasil tanaman itu: orang yang percaya.
Reff:
Untuk siapakah hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
5. Hasil pertama mengandung janji untuk panen akhir:
nanti tuaian purnama datang, janganlah kuatir!
Reff:
Untuk siapakah hasil pertama ini? Untuk Tuhan, Sumber anugerah!
Makna Lagu Inilah Hari Kelima Puluh
Lirik ini menggambarkan Hari Pentakosta sebagai momen sukacita dan penggenapan dari karya keselamatan Tuhan. Pentakosta diibaratkan seperti musim panen pertama, yaitu hasil nyata dari benih yang sebelumnya sudah ditanam. Dalam konteks iman Kristen, benih itu adalah pengorbanan, kematian, dan kebangkitan Yesus saat Paskah, yang kemudian menghasilkan buah berupa lahirnya orang-orang percaya dan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup manusia.
Selain itu, lagu ini memakai gambaran pertanian untuk menjelaskan proses iman. Benih yang ditanam dengan air mata akhirnya bertumbuh dan menghasilkan buah. Pesannya sangat dalam: pengorbanan, perjuangan, dan penderitaan tidak sia-sia jika ada Tuhan yang bekerja di balik semuanya. Yesus disebut sebagai “tanaman yang mahaagung,” yang melalui kematian dan kebangkitan-Nya membawa kehidupan baru bagi banyak orang.
Di bagian akhir, lagu ini memberi pengharapan tentang “panen akhir,” yaitu janji keselamatan dan kehidupan kekal yang akan datang. Hasil pertama pada Pentakosta menjadi tanda bahwa Tuhan akan terus menyelesaikan karya-Nya sampai sempurna. Karena itu, umat diajak untuk tidak takut atau khawatir, melainkan tetap percaya kepada Tuhan sebagai sumber segala anugerah. Secara keseluruhan, lirik ini punya nuansa penuh harapan, syukur, dan keyakinan bahwa karya Tuhan terus bertumbuh dalam hidup manusia.




















