
Kini berakhirlah perang; sambutlah Dia yang menang
Dengan pujian cemerlang: Haleluya!
2. Kuasa maut menyerah: Kristus telah menumpasnya.
Hai umat Tuhan, soraklah: Haleluya!
3. Berakhir hari yang sedih; Yang Bangkit patut diberi
hormat dan puji tak henti: Haleluya!
4. Benteng neraka direjang, gapura sorga terbentang.
Pujilah Kristus yang menang: Haleluya!
5. Ya Tuhan, oleh salibMu Engkau hidupkan umatMu;
mahamulia namaMu! Haleluya!
Makna Lagu Kini Berakhirlah Perang
Lirik ini menggambarkan kemenangan besar Yesus Kristus atas maut dan kuasa kegelapan. Kebangkitan Yesus dipandang sebagai akhir dari “perang,” yaitu kemenangan Tuhan atas dosa, penderitaan, dan kematian. Karena itu, lagu ini dipenuhi seruan “Haleluya” sebagai ungkapan sukacita dan pujian kepada Kristus yang telah menang dan membawa keselamatan bagi manusia.
Selain itu, lagu ini menunjukkan perubahan besar dari suasana sedih menjadi penuh harapan. Hari-hari dukacita karena penderitaan dan kematian Yesus kini berganti dengan kemenangan kebangkitan-Nya. Kuasa maut dan neraka digambarkan sudah dikalahkan, sementara pintu surga terbuka bagi manusia. Pesannya jelas: melalui pengorbanan dan kebangkitan Kristus, manusia mendapat kesempatan untuk hidup baru dan dekat dengan Tuhan.
Di bagian akhir, lirik ini menjadi pujian penuh syukur atas kasih Tuhan melalui salib. Salib yang dulu dianggap lambang penderitaan justru menjadi jalan kehidupan dan keselamatan bagi umat manusia. Secara keseluruhan, lagu ini punya nuansa megah, penuh kemenangan, dan membangkitkan semangat iman bahwa Kristus adalah Tuhan yang hidup dan layak dipuji selamanya.




















