Lirik Kj 174 - Ku Heran Juruslamatku - Kidung Jemaat

Lirik Kj 174 - Ku Heran Juruslamatku - Kidung Jemaat
KJ. 174a
1. 'Ku heran, Jurus'lamatku bagiku tersalib?
Tertumpah darah Rajaku bagiku yang keji?

2. Menanggung kejahatanku tersiksa Almasih?
Betapa agung rahmatNya, kasihNya tak terp'ri!

3. Tak heran surya jadi g'lap menutup mukanya,
ketika mati Khaliknya demi manusia.

4. Pun aku tutup wajahku menghadap salibNya;
tercucur air mataku bersyukur padaNya.

5. Tak dapat air mataku membalas kasihNya.
Seluruh jiwa ragaku ya Tuhan, t'rimalah.

KJ. 174b
1. 'Ku heran, Jurus'lamatku bagiku tersalib?
Tertumpah darah Rajaku bagiku yang keji?
Pada kayu salib 'ku melihat terang dan beban hidupku
Hilang lenyap; mataku celik karena iman dan aku bahagia tetap.

Makna Lagu Ku Heran Juruslamatku

Lirik ini berisi rasa heran, kagum, dan syukur yang sangat dalam terhadap pengorbanan Yesus di kayu salib. Dari awal, penulis lagu seperti nggak habis pikir: bagaimana mungkin Yesus yang suci dan mulia justru rela disalibkan untuk manusia yang berdosa. Ada kesadaran kuat bahwa penderitaan itu bukan karena kesalahan-Nya, tapi karena kasih-Nya yang begitu besar dan tidak terbatas.

Lalu, lagu ini juga menunjukkan reaksi emosional yang tulus—terharu sampai menangis, karena menyadari bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar dari yang bisa dibalas manusia. Bahkan air mata pun dianggap tidak cukup untuk membayar pengorbanan itu. Di sini, salib bukan hanya simbol penderitaan, tapi juga bukti nyata dari rahmat Tuhan yang luar biasa dan penuh kasih.

Di bagian akhir, maknanya berubah jadi lebih terang dan penuh harapan. Salib yang awalnya terlihat sebagai penderitaan justru menjadi sumber terang, penghiburan, dan perubahan hidup. Dari situ muncul kesadaran iman bahwa melalui salib, hidup yang penuh beban bisa menjadi penuh pengharapan dan sukacita. Overall, lagu ini punya vibes yang reflektif banget—campuran antara kagum, haru, dan rasa syukur yang dalam kepada Tuhan.

Lirik Lagu Lagu Rohani

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru