Lirik KJ 170 - Kepala yang Berdarah - Kidung Jemaat

Lirik KJ 170 - Kepala yang Berdarah - Kidung Jemaat
1. Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih,
penuh dengan sengsara dan luka yang pedih,
meski mahkota duri menghina harkatMu,
Kau patut kukagumi: terima hormatku.

2. O wajah yang mulia, yang patut di sembah
dan layak menerima pujian dunia, sekarang diludahi,
dihina, dicerca, disiksa, dilukai yang salah siapakah?

3. Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;
dosaku t'lah Kaugantung dikayu salibMu.
O, kasihani daku yang harus dicela;
Ampunilah hambaMu, beri anugerah!

4. Gembala yang setia terima dombaMu!
Kau Sumber bahagia Penuntun hidupku.
SabdaMu t'lah membuka karunia tak terp'ri
Dan nikmat dari sorga padaku Kauberi.

5. Syukur sebulat hati kub'rikan padaMu,
ya Yesus yang t'lah mati demi selamatku.
Hendaklah 'ku terhibur dengan tuntunanMu:
PadaMu 'kuberlindung di akhir hayatku.

6. Di saat aku mati, Kau tinggalah serta;
di pintu maut nanti, ya Tuhan, datanglah!
Di kala kecemasan menghimpit hatiku,
Berilah kekuatan berkat sengsaraMu.

7. Engkaulah perlindungan di saat ajalku;
salibMulah, ya Tuhan, penghibur anakMu
dan wajahMu kupandang!

Makna Lagu Kepala yang Berdarah

Lirik lagu ini menggambarkan penderitaan Yesus dengan sangat emosional dan penuh rasa hormat. Sosok Yesus yang “berdarah, tertunduk, dan sedih” menunjukkan betapa berat siksaan yang Ia alami di kayu salib. Meski dihina, diludahi, dan diperlakukan dengan kejam, Yesus tetap digambarkan sebagai pribadi yang mulia dan layak dihormati. Lagu ini membawa pendengar untuk merenungkan bahwa di balik penderitaan itu ada kasih yang sangat besar bagi manusia.

Di bagian tengah, lagu ini menjadi sangat personal karena penulis mengakui bahwa dosa manusialah yang menyebabkan Yesus harus menanggung penderitaan tersebut. Ada rasa penyesalan sekaligus syukur, karena Yesus rela memikul kesalahan manusia supaya mereka bisa menerima pengampunan dan anugerah. Dari sini, lagu ini bukan cuma tentang kesedihan melihat salib, tetapi juga tentang harapan dan kasih Tuhan yang membuka jalan keselamatan bagi umat-Nya.

Bagian akhirnya terasa hangat dan penuh penghiburan. Yesus digambarkan sebagai Gembala setia, pelindung, dan penuntun hidup sampai akhir hayat. Bahkan ketika menghadapi kematian dan rasa takut, orang percaya diajak untuk tetap bersandar pada Tuhan karena salib-Nya menjadi sumber kekuatan dan penghiburan. Overall, lagu ini punya vibes yang sangat menyentuh, reflektif, tapi juga menenangkan karena menegaskan bahwa kasih dan penyertaan Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Lirik Lagu Lagu Rohani

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru