
rela dan sabar menebus hutang besar manusia.
Lihatlah Dia menempuh jalan sengsara dan keluh,
Menurut dan setia. Ia dihina, disesah, mati di salib Golgota,
Berkata: "Ku sedia."
2. Dialah Jurus'lamatku, Kawan yang tak bertara,
Pembawa damai yang penuh, disuruh Allah Bapa:
"Pergilah Kau, hai anakKu, terimalah di pundakMu
akibat dosa dunia; bebaskanlah manusia dari hukuman dan cela:
Engkaulah Penebusnya."
3. "Ya Bapa, Aku HambaMu, yang Kau pesan Kutanggung;
sabdaMu niat hatiKu dan maksudMu Kusanjung."
O kuasa kasih tak terp'ri Yang Mahakuasa memberi
PutraNya yang tercinta! Kasih Ilahi yang kudus,
Ke dalam maut kau tembus: kuasamu tak terhingga!
4. Sepanjang umur hidupku kuingat Dikau, Tuhan;
ya Yesus, di rangkulanMu hatiku Kausembuhkan.
Dalam gelap Engkau Terang, di malam duka Kau Teman
Yang menabahkan hati. Inilah yang menghiburku,
Bahwa 'ku jadi milikMu baik hidup maupun mati.
5. Kau, Anakdomba yang lembut, kupuji siang-malam
dan diriku dengan syukur padaMu kuserahkan.
Biarlah daya hidupku melimpah-ruah bagiMu
Mengungkap t'rimakasih, hingga pahala karyaMu
Yang Kauperoleh bagiku kuingat tiap hari.
6. Hendak kuminum cawanMu dalam KerajaanMu;
darahMu kemegahanku dan pembersih jubahku.
Mahkota hidup yang baka akan kupakai menyembah
menghadap takhta Bapa. Kaulah kekal Pengantinku:
tak bercela di sisiMu 'ku masuk rumah Allah.
Makna Lagu Sang Anak Domba yang Kudus
Lirik ini menggambarkan begitu besarnya kasih dan pengorbanan Yesus Kristus yang disebut sebagai “Anakdomba yang kudus.” Istilah itu melambangkan Yesus sebagai korban suci yang rela menanggung dosa manusia demi membawa keselamatan. Dari awal lagu, suasananya terasa sangat mendalam karena menggambarkan penderitaan Yesus — dihina, disesah, sampai wafat di salib — tetapi semuanya dijalani dengan rela dan penuh kasih. Pesan utamanya jelas: kasih Tuhan begitu besar sampai Ia rela berkorban demi menebus manusia dari dosa dan hukuman.
Di bagian tengah, lirik ini juga menunjukkan hubungan yang sangat personal antara manusia dan Yesus. Yesus bukan cuma dipandang sebagai Penebus dunia, tapi juga sebagai sahabat, penghibur, dan terang di tengah gelapnya hidup. Ada nuansa hangat dan menenangkan, seolah lagu ini ingin bilang bahwa ketika hidup terasa berat, Tuhan tetap hadir untuk memeluk dan menguatkan. Karena itu, orang yang menyanyikan lagu ini merasa hidupnya sudah menjadi milik Tuhan sepenuhnya — baik dalam suka maupun duka, bahkan sampai akhir hidup.
Bagian akhir lagu dipenuhi rasa syukur dan pengharapan akan hidup kekal. Orang percaya digambarkan ingin terus hidup bagi Tuhan sebagai bentuk balasan kasih atas pengorbanan Kristus. Ada juga gambaran tentang Kerajaan Surga, mahkota kehidupan, dan persekutuan abadi bersama Allah yang memberi vibe penuh kemenangan dan damai. Jadi, keseluruhan lirik ini bukan cuma tentang penderitaan salib, tapi juga tentang kasih yang menyelamatkan, penghiburan dalam hidup, dan harapan akan kehidupan kekal bersama Tuhan.




















