dirundung duka dan keluh; pulang dengan sejahtera.
2. Senja sekarang ini pun, terkumpul kami yang penat;
dalam iman Engkau dekat, walau tak nyata wujudMu.
3. O Tuhan Jesus, tolonglah yang sakit maupun yang sedih;
ada yang kandas dan sepi, ada yang hilang kasihnya.
4. Yang satu budak dunia, yang lain kurang beriman;
ada yang hampir tenggelam: hanya Engkau Penolongnya.
5. Yang anggap dunia semu, tetap mengharap yang fana;
yang ditinggalkan kawannnya, belum mencari kasihMu.
6. Berdosalah semuanya tiada yang tent'ram penuh,
bahkan yang paling saleh pun justru merasa bercela.
7. O Yesus, juga kau telah menanggung siksa dan keluh;
oleh tindakan kasihMu tubuh dan roh obatilah!
Makna Lagu Tatkala Hari Pun Senja
Lirik ini menggambarkan suasana hati manusia yang lelah, rapuh, dan penuh beban di “senja” kehidupan—sebuah simbol waktu ketika kekuatan mulai melemah dan perasaan jadi lebih rentan. Di tengah kondisi itu, banyak orang datang kepada Yesus dengan berbagai luka: sakit, sedih, kehilangan, kesepian, bahkan iman yang goyah. Lagu ini menegaskan bahwa di tengah semua kondisi itu, Yesus tetap hadir sebagai tempat pulang yang memberi sejahtera.
Selain itu, lirik ini juga menunjukkan bahwa penderitaan manusia itu beragam, tapi akar masalahnya sama: ketidaksempurnaan dan jarak dari Tuhan. Ada yang terjebak dalam dunia, ada yang merasa sendiri, ada juga yang hampir “tenggelam” dalam hidup. Bahkan orang yang terlihat baik sekalipun tetap memiliki rasa bersalah. Ini menggambarkan bahwa semua manusia membutuhkan pertolongan Tuhan, tidak peduli latar belakang atau keadaan rohaninya.
Di bagian akhir, lagu ini menegaskan bahwa Yesus sendiri telah mengalami penderitaan dan menanggung sakit manusia. Karena itu, Dia bukan Tuhan yang jauh, tapi yang memahami dan ikut merasakan luka manusia. Intinya, lagu ini mengajak kita untuk datang kepada Yesus apa adanya—dengan segala kelemahan, kesedihan, dan dosa—karena di dalam Dia ada pemulihan, penghiburan, dan kasih yang menyembuhkan.