
Siapkanlah jalan di gurun sunyi: Allahmu datang segera!
2. Suara Yohanes pun berkumandang: "Orang berdosa bertobatlah!
Kamu kubaptis di dalam Yordan, dosamu diampunilah!"
3. Ingatlah, Yesus telah berfirman: "Air dan Rohlah yang kau perlu,
agar kembali kau dilahirkan dan Allah menerimamu!"
4. Siap di tangan melati putih, suling dan tifa bunyikanlah!
Dalam pelataran orang suci sambutlah Raja mulia!
Makna Lagu Jurang di Hati Lekas Timbuni
Lirik ini punya pesan utama tentang pertobatan dan persiapan hati untuk menyambut Tuhan. Gambaran “jurang di hati” dan “gunung dosa” itu sebenarnya metafora buat kondisi manusia yang jauh dari Tuhan karena kesalahan dan kelemahan hidup. Lagu ini mengajak supaya semua itu dibereskan, direndahkan, dan diluruskan, seperti menyiapkan jalan di padang gurun. Intinya, hati manusia perlu dibersihkan supaya siap menerima kehadiran Allah yang datang membawa perubahan.
Suara Yohanes Pembaptis dalam lirik ini menegaskan ajakan untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan. Baptisan di Sungai Yordan digambarkan sebagai tanda pengampunan dan awal hidup baru. Lalu ditegaskan juga perkataan Yesus bahwa manusia perlu “air dan Roh” untuk dilahirkan kembali, yang artinya bukan cuma perubahan luar, tapi pembaruan hati dan hidup dari dalam. Ini menunjukkan bahwa hubungan dengan Tuhan butuh transformasi, bukan sekadar ritual.
Di bagian akhir, suasananya berubah jadi sukacita karena Raja mulia sudah datang dan layak disambut dengan pujian. Musik, alat-alat, dan perayaan menggambarkan kegembiraan menyambut kehadiran Tuhan dalam hidup. Pesan akhirnya jelas: setelah hati dipersiapkan dan dosa ditinggalkan, manusia dipanggil untuk hidup dalam sukacita dan menyambut Tuhan dengan penuh syukur. Intinya, lagu ini ngajak kita untuk bertobat, diperbarui, lalu hidup dalam sukacita bersama Tuhan.




















